RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro saat ini sedang melakukan pemetaan lulus TK dan SD tidak terserap ke sekolah negeri. Baik SDN maupun SMPN. Tentu untuk memastikan lulusan tersebut melanjutkan pendidikan atau tidak.
Juga mengatahui lulusan itu termasuk ATS atau tidak. Pemetaan ditargerkan selesai tiga minggu ke depan. Berbarengan dengan pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) ATS.
Kepala Disdik Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengatakan SPMB telah usai. Berdasarkan peta lulusan TK terdapat 10.658 anak. Kemudian dari jumlah tersebut ada 9.779 anak terserap ke SDN di Bojonegoro. Sehingga menyisakan 879 anak yang belum diketahui melanjutkan ke mana.
Baca Juga: Refleksi HAN 2026: DP3AKB Bojonegoro Bentuk Satgas PPKPA di Kecamatan
‘’Apakah ke SD swasta, MI, atau, di luar Bojonegoro,” ungkapnya.
Tadlo menjelaskan untuk lulusan SDN tahun ini ada 11.322 anak. Terdapat 8.861 anak yang diterima di SMPN Bojonegoro. Sehingga menyisakan 2.461 anak yang belum diketahui. Bisa saja melanjutkan ke MTs, SMP swasta, atau sekolah di luar kota yang berbasis asrama atau boarding school.
Baca Juga: Refleksi HAN 2026: ATS Jadi PR Prioritas Pemkab Bojonegoro
‘’Masyarakat kalangan atas suka masuk ke boarding school di Jombang hingga Malang,” ungkapnya.
Menurut Tadlo sisa anak atau lulusan yang belum diketahui melanjutkan ke mana tersebut Perlu diperiksa lebih lanjut. Sehingga mendapatkan data valid. Baik yang melanjutkan sekolah atau tidak. “Targetnya tiga minggu ke depan selesai,” ujarnya. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari