Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Makan Pedas Bisa Menyebabkan Usus Buntu? Ini Kata Penelitian

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
Resep seblak kuah pedas cocok menjadi pilihan bagi pencinta makanan sederhana berbumbu pedas. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Resep seblak kuah pedas cocok menjadi pilihan bagi pencinta makanan sederhana berbumbu pedas. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anggapan bahwa terlalu sering makan makanan pedas bisa menyebabkan usus buntu masih cukup populer. Namun, bukti medis yang tersedia belum menunjukkan makanan pedas sebagai penyebab langsung apendisitis atau peradangan pada usus buntu.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), apendisitis terjadi ketika saluran di dalam apendiks mengalami penyumbatan dan kemudian meradang. Penyumbatan dapat berkaitan dengan tinja yang mengeras, pertumbuhan jaringan, pembengkakan jaringan akibat infeksi, hingga penyakit radang usus.

Advertisement

Dengan demikian, rasa pedas dari makanan tidak dapat begitu saja dianggap sebagai penyebab usus buntu.

Mengapa Makan Pedas Sering Dikaitkan dengan Usus Buntu?

Anggapan tersebut bisa muncul karena makanan pedas memang dapat menimbulkan keluhan pada saluran pencernaan pada sebagian orang.

Advertisement

Setelah mengonsumsi makanan yang sangat pedas, seseorang bisa mengalami rasa tidak nyaman di perut atau perubahan pola buang air besar. Keluhan semacam itu kemudian dapat disalahartikan sebagai tanda awal usus buntu.

Padahal, sakit perut memiliki banyak kemungkinan penyebab. Lokasi, intensitas, dan perkembangan nyeri menjadi bagian penting dalam membedakan keluhan pencernaan biasa dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Nyeri Usus Buntu Memiliki Pola yang Perlu Diperhatikan

NIDDK menjelaskan bahwa nyeri akibat apendisitis sering kali bermula di sekitar pusar kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut. Rasa sakit dapat semakin berat dalam beberapa jam dan terasa lebih sakit ketika seseorang bergerak, batuk, bersin atau menarik napas dalam.

Gejala lain yang dapat menyertai antara lain kehilangan nafsu makan, mual, muntah, demam dan pembengkakan perut.

Namun, gejala tidak selalu sama pada setiap orang. Karena itu, seseorang tidak sebaiknya menentukan sendiri bahwa sakit perut yang dialami hanyalah akibat makanan pedas.

Lalu, Apakah Pola Makan Tidak Berhubungan dengan Usus Buntu?

Hubungan antara makanan dan apendisitis ternyata memang masih menjadi perhatian dalam penelitian.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Megawati Hangestri Akhirnya Bongkar Kondisi Lutut dan Operasi Usus Buntu di Hyundai Hillstate!

Megawati Hangestri Akhirnya Bongkar Kondisi Lutut dan Operasi Usus Buntu di Hyundai Hillstate!

Sempat dianggap 'judi berbahaya' oleh fans V-League, Megawati Hangestri Pertiwi blak-blakan ungkap kondisi lutut sebenarnya dan alasan fisiknya belum 100% usai menjalani operasi usus buntu bersama Hyundai Hillstate.

Mitos atau Fakta? Makan Pedas Bisa Menyebabkan Usus Buntu

Mitos atau Fakta? Makan Pedas Bisa Menyebabkan Usus Buntu

Namun, masih banyak anggapan bahwa terlalu sering makan pedas dapat menyebabkan usus buntu. Benarkah demikian atau hanya mitos?

Ciri-Ciri Lelaki Red Flag, Perempuan Jangan Sampai Terjebak Ketampanan

Ciri-Ciri Lelaki Red Flag, Perempuan Jangan Sampai Terjebak Ketampanan

Tidak semua laki-laki yang tampan dan romantis memiliki karakter bermasalah. Namun, penampilan menarik terkadang bisa memengaruhi cara seseorang menilai kepribadian orang lain. Akibatnya, sejumlah tanda bahaya dalam hubungan berisiko diabai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer