Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Disdik Bojonegoro Perkuat Pendampingan ATS Lewat Verval, Sebut Penyebab ATS Cukup Kompleks

Dewi Safitri • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:40 WIB
Pelayanan beasiswa di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Pelayanan beasiswa di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan penurunan. Hingga 26 Mei 2026, jumlah ATS turun 406 anak dibanding data awal tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anwar Muktadlo mengatakan, pada Januari 2026 jumlah ATS tercatat sebanyak 5.610 anak. Kini jumlah tersebut turun menjadi 5.204 anak.

“Sampai 26 Mei 2026 sudah ada penurunan sebesar 406 (ATS). Dari data awal Januari 2026 sebesar 5.610 menjadi 5.204,” ujarnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk mengurangi ATS di Bojonegoro. Yakni, verifikasi dan validasi (verivali) data ATS, sesuai penyebab yang melatarbelakangi ATS. Bekerjasama dengan operator sekolah dasar (SD) terdekat dan operator pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

"Dari hasil verivali tersebut, untuk (anak) yang ingin sekolah melanjutkan sekolah reguler, kami koordinasikan dengan sekolah terdekat. Yang sudah tidak mau melanjutkan di sekolah reguler, kami koordinasikan dengan PKBM terdekat," terangnya.

Baca Juga: Turunnya Lulusan SD Diduga Jadi Penyebab Pagu SPMB SMPN Belum Terisi di Bojonegoro

Dia melanjutkan, penyebab yang melatarbelakangi ATS di Bojonegoro ini kompleks. Sehingga, dari Dinas Pendidikan Bojonegoro akan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Seperti, Pemerintah desa, para tenaga pendidikan di deda setempat, kelompok kerja kepala sekolah (KKKS), Dinas Sosial, dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), Pusdatin Kemendikdasmen (Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), serta Inspira Risbo. Juga, berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, dan Balai Pejaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Kami juga memcegah siswa usia 6-18 tahun yang sedang bersekolah saat ini, jangan sampai drop out," pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pendidikan #Dinas Pendidikan #anak tidak sekolah #ATS #Sekolah