Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bukan Hanya Ibu, Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Sama Pentingnya

Hakam Alghivari • Senin, 29 September 2025 | 22:18 WIB
Ilustrasi ayah dan anak.
Ilustrasi ayah dan anak.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Selama ini, pengasuhan anak seringkali dikaitkan dengan peran ibu. Sosok ayah lebih banyak ditempatkan sebagai pencari nafkah. Padahal, penelitian-penelitian internasional menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan sama pentingnya dengan ibu.

Kehadiran ayah berpengaruh langsung pada tumbuh kembang anak, mulai dari kecerdasan emosional, kemampuan bersosialisasi, hingga kesehatan mental jangka panjang.

Di era modern, pemahaman tentang peran ayah mulai berubah. Ayah bukan lagi sekadar simbol otoritas, melainkan bagian aktif dalam perjalanan anak mengenal dunia.

Ayah Sebagai Role Model

Sejak kecil, anak-anak belajar dengan meniru. Figur ayah menjadi salah satu panutan utama, terutama dalam hal disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta cara menyelesaikan masalah.

Anak laki-laki sering menjadikan ayah sebagai contoh bagaimana bersikap di masyarakat, sedangkan anak perempuan menjadikan interaksi dengan ayah sebagai dasar dalam membangun persepsi tentang hubungan yang sehat.

Keterlibatan ayah sejak dini terbukti berpengaruh positif pada kemampuan anak mengatur emosi. Anak yang terbiasa mendapat perhatian ayah cenderung lebih mampu mengendalikan amarah, mengelola stres, serta beradaptasi dalam lingkungan sosial. Peran ini menunjukkan bahwa kehadiran ayah tidak bisa digantikan oleh siapapun.

Dukungan Emosional yang Tidak Bisa Digantikan

Peran ayah bukan hanya soal dukungan materi. Kehadiran fisik dan emosional ayah sangat penting. Interaksi sederhana seperti membacakan dongeng, menemani bermain, atau sekadar mendengar cerita anak setelah sekolah dapat memperkuat ikatan emosional yang mendalam.

Aktivitas bermain, misalnya, memiliki dampak besar terhadap perkembangan sosial dan kognitif. Anak-anak yang sering bermain dengan ayah biasanya lebih berani mengambil keputusan, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan percaya diri menghadapi tantangan. Hal-hal kecil ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.

Di Indonesia, tren ayah muda yang lebih terlibat sudah mulai terlihat. Komunitas parenting berbasis ayah semakin banyak bermunculan, menjadi wadah berbagi pengalaman serta memperkuat peran ayah dalam keluarga.

Membantu Menjaga Keseimbangan Keluarga

Kehadiran ayah dalam pengasuhan juga membantu menciptakan keseimbangan dalam keluarga. Beban pengasuhan tidak hanya ditanggung oleh ibu, sehingga risiko stres berlebih dapat berkurang.

Ketika ayah dan ibu berbagi peran, anak akan melihat contoh kerja sama nyata yang memperkaya nilai kehidupan mereka.

Peran ini juga memberi manfaat pada hubungan suami-istri. Keterlibatan ayah dalam hal kecil, seperti mengganti popok atau menemani anak belajar, dapat memperkuat komunikasi dan keintiman pasangan.

Pada akhirnya, kondisi keluarga yang harmonis menjadi lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Tantangan Ayah Modern

Meskipun kesadaran tentang pentingnya peran ayah semakin meningkat, tantangan di lapangan masih nyata. Banyak ayah terjebak pada kesibukan pekerjaan, sehingga waktu untuk anak menjadi terbatas.

Selain itu, budaya patriarki yang masih kuat membuat sebagian masyarakat menganggap pengasuhan adalah tanggung jawab utama ibu.

Namun, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Waktu singkat yang diisi dengan perhatian penuh mampu memberikan dampak besar bagi anak.

Menemani belajar, mendengarkan keluh kesah, atau sekadar bercanda menjelang tidur bisa menjadi momen berharga yang menumbuhkan rasa aman dan kedekatan emosional.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Banyak ayah dan anak berada dalam satu ruangan, tetapi sibuk dengan gawai masing-masing. Kondisi ini berisiko mengurangi kualitas interaksi. Karena itu, kesadaran untuk hadir secara penuh, bukan sekadar fisik, menjadi kunci.

Membentuk Generasi Tangguh

Keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan berdampak jangka panjang. Anak-anak dengan ayah yang aktif biasanya lebih percaya diri di sekolah, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu membangun relasi sosial yang sehat. Dukungan ayah juga mempercepat perkembangan bahasa dan pemahaman akademik.

Lebih jauh lagi, anak-anak yang tumbuh dengan kehadiran ayah cenderung lebih siap menghadapi tekanan hidup saat dewasa. Mereka memiliki daya tahan psikologis yang lebih kuat karena terbiasa mendapatkan contoh dukungan emosional sejak dini.

Beberapa negara bahkan mulai mendorong kebijakan cuti ayah setelah kelahiran anak. Tujuannya agar ayah bisa hadir sejak awal kehidupan bayi, membangun ikatan emosional, dan mendukung ibu yang baru melahirkan. Meski belum merata, kebijakan ini menunjukkan perubahan besar dalam cara pandang terhadap pengasuhan.

 Baca Juga: Rahasia Parenting Cerdas Berdasar Ilmu Psikologi Anak

Pengasuhan bukan tugas tunggal seorang ibu. Ayah yang terlibat aktif bukan hanya membantu meringankan beban pasangan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter anak. Dari aspek emosional, sosial, hingga akademik, kehadiran ayah memberi pengaruh positif yang tidak tergantikan.

Di tengah kesibukan modern, ayah perlu menyadari bahwa waktu dan perhatian mereka adalah investasi jangka panjang. Anak-anak yang merasakan dukungan ayah akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat, percaya diri, dan tangguh menghadapi masa depan. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#ayah #tumbuh kembang anak #pengasuhan #parenting