RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dalam perjalanan menjadi orang tua, tidak sedikit yang merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Namun, tanpa disadari, niat baik yang dilakukan bisa saja berdampak buruk pada perkembangan anak.
Pengasuhan bukan hanya soal kasih sayang, tetapi juga pemahaman tentang kebutuhan anak secara emosional dan psikologis. Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog Anak dan Remaja, dalam podcast kanal YouTube Mommies Daily mengungkapkan 10 kesalahan parenting yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar. Simak penjelasannya berikut ini:
1. Terlalu Banyak Aturan Sepihak
Memberikan batasan dalam bentuk aturan memang penting, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak dan dibuat sepihak oleh orang tua, justru bisa menjadi bumerang. Anak merasa hidupnya dibatasi dan tidak diberi ruang untuk bereksplorasi atau mengutarakan pendapat. Akibatnya, aturan justru menjadi beban dan membuat anak kehilangan kemampuan untuk mengatur hidupnya sendiri.
Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu! Begini Prinsip Parenting dalam Membentuk Karakter Positif Anak
2. Terlalu Sedikit Aturan atau Tidak Ada Sama Sekali
Sebaliknya, terlalu longgar dalam memberi aturan juga bukan hal yang baik. Anak yang tumbuh tanpa aturan cenderung merasa bebas sebebas-bebasnya, tanpa mempertimbangkan norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini akan menyulitkan anak saat bersosialisasi di sekolah atau lingkungan luar, karena ia tidak terbiasa hidup dalam tatanan.
3. Memanjakan Anak
Memenuhi segala keinginan anak tanpa usaha adalah bentuk memanjakan yang umum terjadi. Jika dilakukan terus-menerus setelah usia 5 tahun, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dan merasa semua hal bisa diperoleh dengan mudah. Padahal, usaha dan proses adalah bagian penting dari pembelajaran hidup.
Baca Juga: Fenomena Penahanan Ijazah Karyawan, Akademisi Unigoro: Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan
4. Meremehkan Kemampuan Anak dalam Berpikir
Ketika anak mencoba mengungkapkan pikirannya, penting bagi orang tua untuk mendengarkan dengan serius. Memotong atau meremehkan pendapat anak bisa membuatnya merasa tidak dihargai dan enggan berpendapat di kemudian hari.
5. Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Setiap anak memiliki keunikannya sendiri. Membandingkan anak dengan saudara, teman, bahkan masa kecil orang tua sendiri, akan menimbulkan perasaan tidak cukup dan rendah diri pada anak. Hal ini bisa berpengaruh pada kepercayaan dirinya.
6. Menyerahkan Kendali Pengasuhan pada Orang Lain
Menitipkan anak kepada pengasuh boleh dilakukan, apalagi jika kedua orang tua bekerja. Namun, menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pengasuhan kepada orang lain bisa membuat anak merasa tidak memiliki ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Orang tua tetap harus terlibat dalam keputusan penting dan tetap menjadi tempat anak berkomunikasi utama.
7. Mematikan Emosi Anak
Anak menangis atau marah adalah bentuk ekspresi emosi yang wajar. Namun, jika orang tua langsung menyuruh anak diam atau mengatakan “jangan nangis”, anak akan belajar bahwa emosinya tidak valid. Dalam jangka panjang, anak bisa kesulitan mengelola emosinya sendiri karena tidak pernah diajarkan cara yang tepat.
8. Terlalu Banyak Motivasi Eksternal
Mengandalkan iming-iming hadiah agar anak mau melakukan sesuatu memang terlihat efektif. Namun jika ini menjadi kebiasaan, anak akan tumbuh hanya melakukan sesuatu jika ada imbalan, bukan karena kesadaran pribadi. Orang tua perlu menyeimbangkan dengan membangun motivasi internal anak.
Anak adalah peniru yang ulung. Saat orang tua meminta anak mendengarkan, tetapi mereka sendiri tidak mau mendengarkan anak, itu adalah contoh yang buruk. Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihatnya dibandingkan apa yang didengarnya.
10. Menegur Anak di Depan Umum atau di Media Sosial
Menegur anak di depan orang lain, apalagi di media sosial, bisa melukai harga diri anak dan menurunkan kepercayaan dirinya. Koreksi sebaiknya dilakukan secara pribadi, agar anak merasa dihargai dan lebih terbuka untuk mendengarkan.
Menjadi orang tua memang tidak mudah dan tak ada sekolah khusus yang mengajarkannya. Namun, kesadaran untuk terus belajar dan memahami kebutuhan anak adalah langkah penting dalam membangun hubungan yang sehat. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, orang tua bisa menciptakan pola asuh yang lebih efektif, empatik, dan membentuk anak menjadi pribadi yang seimbang secara emosional dan sosial. Parenting bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang tumbuh bersama anak dengan kesadaran dan kasih sayang. (oss/mgg)
Editor : Hakam Alghivari