BLORA, Radar Bojonegoro - Adovaksi pengentasan anak tidak sekolah (ATS) terus digencarkan. Sebanyak 40 orang telah ditugaskan menyisir ATS untuk kembali merengkuh pendidikan.
Dari 6.400 ATS, tersisa sekitar 1.400 ATS yang masih menjadi pekerjaan rumah. Karena rerata berdomisili di luar kota. Dinas Pendidikan (Disdik) Blora berikan alternatif sekolah jarak jauh.
Kepala Disdik Blora Sunaryo mengatakan, melalui Aplikasi Sistem Layanan Anak Tidak Sekolah (Silat), data bisa diketahui secara real time. Dinas telah menggandeng tim serdadu data sejumlah 40 orang tim dari jenjang SD dan SMP.
’’Kami juga punya PR besar. Yaitu, rata-rata lama sekolah dewasa yang tidak sekolah. Ditambah banyaknya pekerja yang masih usia belajar,” ucapnya. Pihaknya menyampaikan, bahwa jumlah ATS di Blora sempat mencapai 6.480 orang.
Kemudian, angkanya berkurang. Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya advokasi pendidikan untuk mengembalikan ATS ke jalur pendidikan baik formal, maupun nonformal. ’’Ke jalur pendidikan formal jumlahnya sekitar 4.000 (orang), dan 1.000 (orang) lagi dikembalikan ke jalur pendidikan nonformal, seperti kejar paket B dan paket C,” paparnya.
Sunaryo menyampaikan, tersisa sekitar 1.400-an ATS. Karena rerata berdomisili di luar kota, sehingga perlu kebijakan alternatif. ’’Mereka masih terus diupayakan untuk kembali bersekolah, atau mungkin bisa dengan alternatif sekolah jarak jauh,” jelasnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari