KOTA – Paguyuban Pasar Tingkat Lamongan mengklaim kunjungan pembeli menurun setiap bulan akibat lahan parkir yang minim. Namun, angka kunjungan tidak disebutkan. Paguyuban meminta pembangunan lahan parkir segera dilakukan.
“Sudah kita komunikasikan dengan PD Pasar, semoga bisa segera ditindaklanjuti,” harap Ketua Paguyuban Pasar Tingkat Lamongan, Iwan Wijayanto.
Menurut dia, pembangunan parkir pasar tingkat mendesak. Lahan parkir baru memiliki beberapa keuntungan. Pengunjung bakal tumbuh dan merasa aman.
Selain itu, pengunjung Masjid Agung juga bisa leluasa menggunakan lahan parkir tepi jalan.
Dia menambahkan, paguyuban juga sudah mengusulkan lahan food court untuk menampung PKL Jalan Hasyim Ashari kepada wakil pemkab.
Iwan menolak bila pembangunan lahan parkir tersebut memanfaatkan sungai Kaliotik. Dia meminta perbaikan lahan dilakukan di lahan pasar.
“Kita memang usul pembangunan lahan parkir tapi bukan di atas sungai, karena bisa merusak lingkungan,” klaimnya.
Plt Kepala PD Pasar Lamongan, Hartono, mengatakan, paguyuban menginginkan pembangunan lahan parkir. Pihaknya menampung usulan tersebut, belum melaporkan ke pemerintah. Ada banyak pertimbangannya. Selain anggaran, juga desain parkir yang sesuai dan tidak mengganggu lingkungan.
Dia memastikan kunjungan tidak ada masalah. Terkait pengunjung alun-alun dan Masjid Agung yang memanfaatkan lahan parkir pasar tingkat, Hartono memastikan PD Pasar terbuka. Mereka bisa memanfaatkan lahan itu saat malam hari. “ Kalau siang tetap diutamakan pengunjung pasar,” tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M. Zamroni, menuturkan, pembangunan pasar harus dilakukan pembahasan ulang. Revitalisasi tersebut menelan anggaran yang cukup. Sementara pembangunan lahan parkir yang memanfaatkan lahan atas sungai kaliotik bisa digunakan semipermanen.
Namun, semua itu masih dalam pembahasan. “Tetap kita pikirkan, tapi bertahap, tidak bersamaan,” ujarnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto