Setyo Wahono Berpeluang Ketua Gerindra, Wihadi Pastikan Masih Dijabat Sahudi

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:50 WIB
BAKAR SEMANGAT: Cabup Bojonegoro Nomor 02 Setyo Wahono membakar semangat kader partai dan relawan untuk memenangkan Pilkada 2024. (TIM PEMENANGAN WAHONO-NURUL FOR RADAR BOJONEGORO)
BAKAR SEMANGAT: Setyo Wahono membakar semangat kader partai dan relawan untuk memenangkan Pilkada 2024. (TIM PEMENANGAN WAHONO-NURUL FOR RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sedang berbenah. Sejumlah daerah, sedang bergulir restrukturisasi (perubahan susunan) kepengurusan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, atau dewan pimpinan cabang (DPC). 

Kondisi ini membuat suhu politik di internal Gerindra Bojonegoro menghangat. Berembus kabar bergantinya Ketua DPC Gerindra Bojonegoro dari Sahudi, ke Setyo Wahono. Namun, hingga kemarin (19/9).

SK lama DPC Gerindra Bojonegoro Bojonegoro menyebutkan, ketua partai berlambang garuda itu, di Kabupaten Bojonegoro masih dijabat Sahudi. Setyo Wahono belum mendapat perintah secara tertulis, yang tercantum dalam SK baru.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Wihadi Wiyanto mengatakan, restrukturisasi kepengurusan belum dilakukan di Bojonegoro. "Hingga saat ini, Ketua DPC masih Pak Sahudi," kata Wihadi, Jum'at (18/9).

Baca Juga: Bupati Setyo Wahono Sambut Antusias Radar Bojonegoro Awards 2026

Menurutnya, restrukturisasi kepengurusan Partai Gerindra tengah dilakukan secara bertahap di berbagai daerah. Sejumlah wilayah yang telah menjalani proses tersebut di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Wihadi melanjutkan, restrukturisasi dilakukan untuk penyegaran organisasi sekaligus menyesuaikan kepengurusan dengan perkembangan internal partai.

Salah satunya berkaitan dengan masuknya sejumlah anggota DPRD baru yang belum tercantum dalam struktur kepengurusan. "Restrukturisasi ini berjalan untuk seluruh Partai Gerindra di seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia juga mengakui, persiapan menuju Pemilu 2029 menjadi salah satu konteks dari penyegaran struktur partai. Namun, Wihadi meminta agar isu pergantian kepengurusan di Bojonegoro tidak dispekulasikan sebelum ada keputusan resmi dari DPP.

"Ya tentunya semuanya partai politik berpikir untuk 2029. Restrukturisasi ini adalah bagaimana juga kita melakukan satu penyegaran, melakukan satu strategi yang baru untuk 2029," jelasnya.

Terkait munculnya nama Setyo Wahono yang kini menjabat Bupati Bojonegoro sebagai salah satu kandidat yang berpeluang masuk dalam kepengurusan baru, Wihadi tidak menutup kemungkinan tersebut.

Namun, ia menegaskan belum ada keputusan mengenai siapa yang akan memimpin DPC Gerindra Bojonegoro ke depan.

"Saya tidak melihat bahwa semuanya tidak tertutup kemungkinan. Namun dalam politik kan pasti ada itung-itungannya, pasti ada juga strategi yang ke depannya," katanya.

Wihadi meminta, publik menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra terkait restrukturisasi tersebut. Sebab, penetapan kepengurusan DPC bukan menjadi kewenangan DPC setempat.

"Jadi tidak perlu lagi berspekulasi. Kita harapkan nanti kepengurusan yang depan itu adalah kepengurusan yang memang sudah ditentukan oleh DPP untuk siapa yang di DPC Bojonegoro," ujarnya.

Baca Juga: Wahono Tegaskan Pemkab Hadir Cari Solusi dari Desa, Medhayoh ke-9 di Desa Cengkir

Berdasarkan pedoman penetapan pengurus struktural yang dipublikasikan Partai Gerindra, calon Ketua DPC dipilih melalui Musyawarah Cabang untuk kemudian diajukan kepada DPP. Selanjutnya, DPP menetapkan Ketua DPC atas persetujuan ketua dewan pembina.

Wihadi menjelaskan, proses restrukturisasi di internal Partai Gerindra pada akhirnya mengikuti mekanisme dan keputusan DPP. "Restrukturisasi kalau di Gerindra itu memang ditentukan oleh DPP. Itu adalah kewenangan daripada ketua umum untuk menentukan siapa pengurus DPC yang akan melakukan masa baktinya untuk ke depan," tambah pria yang kini juga menjabat Presiden Persibo itu.

Dikonfirmasi terpisah, Setyo Wahono mengaku belum ada perintah langsung dari DPP Gerindra.

Pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo sendiri merupakan kader dari DPC Gerindra Bojonegoro, karena sudah mengantongi kartu tanda anggota (KTA). "Sampai dengan saat ini belum ada perintah tertulis," jawab singkat Wahono.

Sementara itu, Sahudi belum bisa dikonfirmasi. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
DPC Gerindra Bojonegoro bupati bojonegoro Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bojonegoro dpp