Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

147 SPPG Bojonegoro Diminta Cek Ulang Kelayakan

Y
MBG : Salah satu dapur MBG di Bojonegoro saat tengah melakukan persiapan sebelum distribusi.(YANA/RADAR BOJONEGORO)
MBG : Salah satu dapur MBG di Bojonegoro saat tengah melakukan persiapan sebelum distribusi.(YANA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kelayakan makanan dalam program makanan bergizi gratis (MBG) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Setiap dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) wajib memenuhi standar keamanan pangan, salah satunya memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

Pemkab Bojonegoro memastikan pemenuhan standar tersebut melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL). Pemeriksaan dilakukan tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro.

Terkini, Dinkes Bojonegoro bakal kembali menyurati seluruh SPPG yang telah beroperasi untuk melakukan pengecekan laboratorium terhadap sampel air dan makanan.

Advertisement

”Jumlah SPPG yang operasional ada 147 SPPG,” kata Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati, kemarin (15/9).

Menurut Ninik, seluruh SPPG yang telah beroperasi tersebut telah mengantongi SLHS. Hal itu diketahui berdasarkan hasil IKL yang dilakukan terhadap dapur SPPG.

Advertisement

”Pada saat IKL, SLHS semua (SPPG, Red) sudah sesuai standar. IKL dilakukan tiga bulan sekali, harus cek ulang,” ujarnya.

Meski demikian, Dinkes tidak ingin hanya mengandalkan pemeriksaan sebelumnya. Untuk memastikan standar kelayakan SPPG tetap terpenuhi, seluruh dapur akan diminta kembali melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air dan makanan.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dilaporkan kepada kepala SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Bupati Bojonegoro. Langkah tersebut sekaligus untuk memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan dalam program MBG aman dikonsumsi.

”Sudah pernah kami berikan SE (surat edaran) bupati terkait IKL dan cek lab ulang. Namun, tidak semua mengajukan. Makanya, mau kami surati lagi semua. Semoga Senin depan (surat, Red) sudah diterima kepala SPPG,” pungkas Ninik yang juga menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro. (yna/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mitos Kutukan Pendopo Bojonegoro: Tragedi 5 Bupati yang Korupsi Hingga Ditangkap Kempeitai Jepang

Mitos Kutukan Pendopo Bojonegoro: Tragedi 5 Bupati yang Korupsi Hingga Ditangkap Kempeitai Jepang

Benarkah ada kutukan mematikan bagi para Bupati Bojonegoro? Mengulik arsip kolonial Belanda, temukan kisah tragis 5 bupati dari penjara, ditangkap Kempeitai Jepang, hingga diculik pemuda.

Terdampak Efisiensi, Proyek Bendungan Cabean Mundur Dua Tahun

Terdampak Efisiensi, Proyek Bendungan Cabean Mundur Dua Tahun

Pembangunan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora diproyeksikan rampung pada 2028, mundur dari target awal Desember 2026. Penyesuaian jadwal tersebut dipicu efisiensi anggaran yang berdampak pada alokasi pembiayaan proyek.

Final Sepak Bola Amal 1939: R.E.N.S Bojonegoro vs Voetbalbond Blora Berakhir Protes Drama Offside

Final Sepak Bola Amal 1939: R.E.N.S Bojonegoro vs Voetbalbond Blora Berakhir Protes Drama Offside

Mengintip sejarah laga sepak bola amal 1939 di Bojonegoro lewat arsip De Locomotief di Delpher.nl. Putri Bupati lakukan kick-off, diwarnai protes gol offside dan penggalangan dana Panti Sukorejo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer