RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM– Skenario perebutan gelar juara Serie A musim 2025/2026 kembali menyuguhkan plot yang tak terduga. Kami mengamati bahwa AC Milan baru saja melewatkan kesempatan emas untuk memangkas jarak dengan rival sekota mereka.
Hasil imbang 1-1 saat menjamu Como di San Siro tadi malam tidak hanya mengecewakan bagi pendukung Rossoneri, tetapi juga menjadi "obat penawar" bagi luka yang diderita Inter Milan.
Laporan dari Corriere dello Sport menyebutkan bahwa hasil ini secara tidak langsung meringankan dampak psikologis kekalahan mengejutkan Inter di markas Bodo/Glimt tempo hari.
Baca Juga: Spalletti Mulai Coret Nama Besar Juventus: Lois Openda dan Di Gregorio Berada di Ujung Tanduk?
Meskipun Inter sedang limbung di kompetisi Eropa, posisi mereka di liga domestik justru semakin aman berkat bantuan tak terduga dari kesalahan rival mereka sendiri.
Blunder Maignan dan Kebangkitan Leao yang Terlambat
Tim asuhan Massimiliano Allegri sebenarnya sangat membutuhkan poin penuh dalam laga tunda ini untuk tetap menempel ketat Inter. Namun, rencana tersebut berantakan akibat kesalahan fatal:
-
Kesalahan Fatal Kiper: Blunder epik dari Mike Maignan di babak pertama memberikan keuntungan bagi Como untuk memimpin laga. Ini adalah momen yang sangat jarang terlihat dari kiper sekaliber dirinya.
-
Respons Rafael Leao: Bintang asal Portugal, Rafael Leao, sempat menghidupkan asa Milan lewat gol penyama kedudukan di menit ke-60. Sayangnya, hingga peluit panjang berbunyi, Milan gagal mencetak gol kemenangan.
-
Selisih Poin: Dengan hasil ini, Milan kini tertinggal tujuh poin dari Inter. Kami menilai anak asuh Cristian Chivu kini berada di kursi kemudi yang sangat nyaman dalam perburuan Scudetto.
Penghibur Bagi Inter di Tengah Badai Cedera
Bagi Inter Milan, terpelesetnya Milan adalah berita besar di tengah situasi sulit mereka. Seperti yang kami ketahui, Inter baru saja dihajar 3-1 oleh Bodo/Glimt di Arctic Circle dan terancam kehilangan kapten mereka, Lautaro Martinez, untuk jangka waktu yang lama akibat cedera serius.
Martinez kemungkinan besar akan absen dalam laga hidup-mati leg kedua Liga Champions pekan depan. Namun, dengan kendali penuh di klasemen Serie A, Chivu setidaknya memiliki sedikit ruang napas untuk mengatur strategi tanpa sang striker utama di kompetisi domestik.
Scudetto Kini Milik Inter?
Menurut pengamatan kami, hasil imbang Milan ini menunjukkan masalah konsistensi yang masih menghantui skuad Allegri.
Di sisi lain, Inter Milan membuktikan bahwa meskipun mereka bisa "berdarah" di kompetisi Eropa, kedalaman skuad dan keunggulan poin di Serie A membuat mereka tetap menjadi favorit utama peraih gelar juara.
Kehilangan Lautaro Martinez memang pukulan telak, namun dengan selisih tujuh poin, Inter punya kemewahan untuk sedikit bermain aman sementara waktu.
Milan harus segera berbenah jika tidak ingin melihat trofi Serie A dipastikan lebih awal oleh rival sekota mereka.
Mampukah Massimiliano Allegri bangkit dari hasil mengecewakan ini, ataukah Serie A musim ini sudah resmi menjadi milik biru-hitam? (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko