Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CJH Bojonegoro Diminta Ibadah Sunah Setelah Puncak Haji

D
Penulis: Dewi Safitri❯
JAGA KESEHATAN: CJH Bojonegoro saat di Tanah Suci, diminta menjaga kesehatan, dan beribadah sunah setelah pundak haji. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JAGA KESEHATAN: CJH Bojonegoro saat di Tanah Suci, diminta menjaga kesehatan, dan beribadah sunah setelah pundak haji. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kurang dari seminggu menjelang puncak ibadah haji, calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro diimbau untuk fokus mematangkan persiapan, khsusunya menjaga kesehatan.

Untuk ibadah sunah, disarankan untuk dilakukan setelah pelaksanaan puncak haji. Mengingat, jemaah haji Bojonegoro masih memiliki waktu cukup panjang yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah sunah setelah puncak haji nanti.

Advertisement

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Hafith mengimbau, jemaah haji Bojonegoro agar menjaga kesehatan. Juga, fokus untuk persiapan puncak ibadah haji. Sedangkan, ibadah sunah bisa dilanjutkan setelah pelaksanaan puncak haji nanti.

"Untuk ibadah sunah, seperti wisata religi maupun umrah sunah. Bisa dilakukan setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)," ujarnya.

Advertisement

Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani, Sholikin Jamik menjelaskan, puncak haji akan dimulai pada 25 Mei saat tarwiyah. Selanjutnya, 26 Mei merupakan jadwal wukuf di Arafah. Kemudian dilanjutkan 27 Mei atau 10 Dzulhijjah hingga Sabtu mendatang.

“Puncak haji tinggal satu minggu lagi. Perjalanan dari hotel ke Mina, lalu ke Arafah, Muzdalifah, kemudian kembali ke Mina membutuhkan tenaga besar,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya terus mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram setiap waktu. Apalagi, jarak maktab jemaah menuju Masjidil Haram mencapai hampir delapan kilometer. Sementara suhu di Makkah dalam beberapa hari terakhir berkisar 42 hingga 43 derajat Celsius.

Dia menambahkan, setelah rangkaian puncak haji selesai, jemaah masih memiliki waktu lebih dari 10 hari untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Saat ini, yang paling penting adalah menjaga stamina, mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, serta rutin minum obat bagi jemaah yang membutuhkan.

"Alhamdulillah kondisi fisik jemaah cukup bagus. Penting untuk terus menjaga mental dan kesehatan fisik," pungkasnya. (ewi/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jemaah Haji Bojonegoro Mulai Geser ke Makkah Menunaikan Haji Tamattu

Jemaah Haji Bojonegoro Mulai Geser ke Makkah Menunaikan Haji Tamattu

Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Sholikin Jamik menyampaikan, seluruh jemaah haji Bojonegoro menjalankan haji tamattu.

Jemaah Haji Bojonegoro Selesaikan Ibadah di Madinah, Bersiap ke Mekkah

Jemaah Haji Bojonegoro Selesaikan Ibadah di Madinah, Bersiap ke Mekkah

Jemaah haji asal Bojonegoro dijadwalkan mulai bergerak dari Madinah menuju Mekkah pada 10 hingga 11 Mei. Setelah menjalani rangkaian ibadah selama sekitar delapan hingga sembilan hari di Kota Nabi.

1.133 CJH Asal Bojonegoro Masuk Daftar Berhak Lunas

1.133 CJH Asal Bojonegoro Masuk Daftar Berhak Lunas

Sebanyak 1.133 calon jemaah haji (CJH) asal Bojonegoro dinyatakan berhak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer