Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Rakornas 2026: Gubenur Jabar KDM dan Gubernur Malut Sherly Siap Bersinergi Wujudkan Program Prioritas Presiden Prabowo

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 2 Februari 2026 | 17:03 WIB

 

SINERGI: Momen ketika Gubernur Malut Sherly Tjoanda berkunjung di kediaman Geburnur Jabar Kang Dedi Mulyadi pada Juni 2025 lalu.
SINERGI: Momen ketika Gubernur Malut Sherly Tjoanda berkunjung di kediaman Geburnur Jabar Kang Dedi Mulyadi pada Juni 2025 lalu.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi sinkronisasi kebijakan nasional. Bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas mengenai implementasi Asta Cita yang harus segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Dua pemimpin daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, berbagi perspektif mengenai bagaimana daerah menerjemahkan visi besar Presiden menjadi aksi nyata yang menyentuh akar rumput.

Jawa Barat: "Adu Manis" Visi Pusat dengan Kearifan Lokal

Bagi Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, arahan Presiden Prabowo merupakan penyemangat untuk memperkuat program yang sudah berjalan di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia tersebut. Ia menggunakan istilah filosofis Sunda, "Adu Manis", untuk menggambarkan keselarasan antara program pusat dan daerah.

Baca Juga: Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI: Perang Lawan Sampah hingga Proyek 'Gentengisasi' Rumah Warga

“Esensi seluruh program itu sama, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia. Kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi melalui lapangan kerja, hingga produktivitas pertanian dan kelautan,” ujar Dedi Mulyadi.

Dua poin menonjol dari kesiapan Jawa Barat adalah:

  1. Integrasi Pengelolaan Sampah: Dengan populasi 54 juta jiwa, produksi sampah menjadi tantangan raksasa. Dedi menekankan perlunya solusi terintegrasi agar masalah lingkungan ini tidak menjadi bom waktu di masa depan.

  2. Estetika Lingkungan & "Gentengisasi": Dedi sangat mendukung arahan Presiden mengenai penataan ruang publik dan keindahan permukiman. Ia secara spesifik melarang penggunaan atap seng yang dianggap panas dan tidak estetis. “Atap bangunan harus indah. Ada yang menggunakan genteng, ijuk, atau sirap. Semuanya harus indah, tidak boleh menggunakan bahan seng,” tegasnya.

Maluku Utara: Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Di sisi lain Indonesia, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memaparkan capaian signifikan dalam implementasi program prioritas nasional meski menghadapi tantangan geografis dan efisiensi anggaran.

Baca Juga: 5 Poin Arahan Tegas Presiden Prabowo di Rakornas 2026: Dari Ancaman Perang Dunia III, Sukses MBG, hingga Program 'Gentengisasi'

Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara telah menunjukkan performa luar biasa dalam beberapa sektor kunci Asta Cita:

Yang paling menarik adalah inovasi Sherly dalam aspek efisiensi anggaran. Dengan berkolaborasi bersama BPKP untuk mengevaluasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Maluku Utara berhasil meraih efisiensi sebesar 30%. “Meskipun ada pemotongan anggaran, list proyek dan panjang jalan serta jembatan tidak berkurang. Ini inovasi yang kami siapkan,” jelas Sherly.

Konektivitas: Kunci Keadilan Sosial

Meski telah melakukan banyak inovasi, Sherly Tjoanda menitipkan harapan besar pada pemerintah pusat terkait infrastruktur dasar. Baginya, di Maluku Utara, kesejahteraan sangat bergantung pada konektivitas. “Tanpa konektivitas, maka kesejahteraan warga Maluku Utara belum bisa tercapai. Saya meminta bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan jalan dan jembatan karena saat ini masih sangat kurang,” pungkasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Berecana Siapkan Bantuan 20 Ribu Pasukan Perdamaian PBB, Eskpor Beras ke Palestina

Satu Nafas Mewujudkan Indonesia Maju

Rakornas 2026 ini merupakan ajang "kalibrasi" untuk memastikan gerak pusat dan daerah berada dalam frekuensi yang sama. Seperti yang disampaikan Dedi Mulyadi, tujuan akhirnya adalah menyatukan spirit untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#gubernur jabar #Presiden Prabowo #kang dedi mulyadi #rakornas 2026 #gubernur malut #KDM #Sherly Tjoanda