RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer bukan satu-satunya pejabat yang diseret ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi sepanjang minggu ini sejak Rabu (20/8). Bahkan pria yang akrab disapa Noel tersebut bukan termasuk otak aksi dugaan pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tersebut, meskipun kecipratan dana dalam jumlah signifikan.
Pada Jumat malam (22/8) Ketua KPK, Setyo Budiyanto menyebut modus pemerasan tersebut berupa menaikkan biaya sertifikasi, dari Rp 275 ribu menjadi Rp 6 juta. Lonjakan biaya drastis tersebut membuat para pihak yang terlibat dalam praktik pemerasan meraup Rp 81 miliar.
“Sejumlah uang tersebut mengalir kepada pihak penyelenggara negara, yakni IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan) sebesar Rp 3 miliar pada Desember 2024,” jelas Setyo kepada awak media nasional. Selain itu ada dua motor Ducati dari total lima motor yang disita KPK yang diberikan kepada Noel.
Pada Sabtu (23/8), KPK memastikan rekan Noel, Irvian Bobby Mahendro sebagai terduga otak aksi pemerasan tersebut. Pria yang menjabat Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemnaker tahun 2022-2025 mengantongi keuntungan paling besar dari total dana tersebut, yakni Rp 69 miliar.
Selain mengantongi keuntungan untuk diri sendiri, Bobby juga membagikan dana tersebut kepada sejumlah pejabat lain di lingkungan Kemnaker, termasuk Noel. Tak ayal, Noel menyebut Bobby sebagai ‘Sultan’ dalam praktik tersebut.
"IEG (Noel) menyebut IBM (Bobby) sebagai Sultan, maksudnya orang yang banyak uang di Ditjen Binwas K3," papar Setyo. Noel sendiri berkilah meminta uang sebanyak Rp 3 miliar dengan modus renovasi rumah.
Selain Noel, Bobby juga menyerahkan uang dan harta benda kepada berbagai pihak lain, yakni:
- Gerry Aditya Herwanto (GAH), Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemnaker
- Herry Sutanto (HS), Direktur Bina Kelembagaan Kemnaker
- Subhan (SB), Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 Kemnaker
- Anitasari Kusumawati (AK), Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kemnaker
- Fahrurozi (FRZ), Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenaker
- Sekarsari Kartika Putri (SKP) , Sub Koordinator Sertifikasi K3 Kemnaker
- Supriadi (SUP), Koordinator Sertitifikasi K3 Kemnaker
- Temurila (TEM), perwakilan PT KEM Indonesia selaku mitra pelatihan K3
- Miki Mahfud (MM), perwakilan PT KEM Indonesia selaku mitra pelatihan K3
Seluruh penerima dana tersebut, termasuk Noel sudah resmi berseragam oranye per Jumat malam. Diketahui aksi pemerasan merugikan hingga 80 perusahaan yang mengajukan sertifikat K3. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana