Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Jemaah Risiko Tinggi Diberangkatkan Ke Armuzna secara Khusus

Hakam Alghivari • Rabu, 12 Juni 2024 | 19:05 WIB
PERSIAPAN WUKUF: Jemaah haji akan diberangkatkan dari Hotel di Makkah menuju wukuf di Arafah pada Jumat (14/6).
PERSIAPAN WUKUF: Jemaah haji akan diberangkatkan dari Hotel di Makkah menuju wukuf di Arafah pada Jumat (14/6).

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Para Jemaah haji akan diberangkatkan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 8 Zulhijah atau 14 Juni 2024 sekitar pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Untuk Jemaah haji resiko tinggi (risti), berkursi roda, dan lansia nantinya akan diberangkatkan ke Armuzna secara khusus dengan menggunakan bus sendiri.

Bahkan, para jemaah tergabung dalam bus khusus tersebut tidak perlu turun atau menginap di Muzdalifah.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, jemaah haji akan diberangkatkan dari Hotel di Makkah menuju Arafah pada Jumat (14/6) WAS.

Kemudian, setelah satu hari di Arafah, tepatnya setelah terbenam matahari para jemaah akan diberangkatkan untuk mabit di Muzdalifah.

‘’Terdapat selisih waktu antara Arab Saudi dan Indonesia, jadi kalua keberangkatan jemaah ke Arafah pada Jumat (14/6), maka di Indonesia pada Sabtu (15/6),’’ ujarnya.

Petugas Haji asal Bojonegoro tersebut menyampaikan, khusus untuk jemaah risti, lansia, dan berkursi roda nantinya akan diberangkatkan ke Armuzna secara khusus dalam satu bus. Mereka akan dikumpulkan dalam satu bus bersama dengan para pendampingnya. Para jemaah tergabung dalam bus khusus tersebut tidak perlu turun dan menginap di Muzdalifah, tapi hanya cukup melewati saja. Hal ini kerap disebut dengan murur atau melintas di Muzdalifah.

‘’Jemaah haji dalam  bus khusus tidak turun untuk menginap, jadi cukup menginap dengan melintasi Muzdalifah saja. Berhenti sebenar dengan posisi masih di atas bus. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke Mina,’’ paparnya.

Peraturan mengenai jemaah haji yang melakukan murur di Muzdalifah dengan tetap berada di dalam bus ini, menurut Hafidz, untuk menghindari segala resiko. Mengingat, untuk naik turun bus sendiri para jemaah ini cukup kesulitan. Sehingga, diambil kebijakan berdasar mendapat para Ulama yang memperbolehkan mabit dengan cara murur atau melintasi saja.

‘’Setelah sampai di Mina, akan ada petugas yang menjemput di sana,’’ pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#Armuzna #ibadah haji #bojonegoro #resiko tinggi #Jemaah Haji