Radar Bojonegoro - Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, mendadak viral setelah unggahan video TikTok berdurasi 18 detik beredar di media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan rekaman truk mengangkut 17 mobil yang dikawal petugas patwal kepolisian.
Sebenarnya, bukan hal baru bagi warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, membeli belasan mobil. Tiap bulan rata-rata belasan hingga puluhan mobil datang sekaligus. Itu karena setiap membeli mobil, mereka harus inden ke salah satu diler.
Melonjaknya permintaan tersebut, kata dia, menjadikan target penjualan Auto 2000 Cabang Tuban ditetapkan 40 unit per bulan tertutupi. Bahkan, diler di Tuban tersebut ditetapkan sebagai diler Toyota satu-satunya di kabupaten/kota di Jatim yang berhasil menutup target di tengah lesunya penjualan selama pandemi Covid-19.
Arie mengatakan, bagi dilernya wilayah pembebasan lahan GRR di Jenu adalah gula. Karena itu, untuk berebut pasar penjualan mobil di wilayah tersebut, dia menurunkan tujuh salesnya. Tim marketing inilah, kata dia, memetakan potensi penjualan dan masuk ke kelompok masyarakat dan kelompok keluarga. Khusus pembeli mobil di wilayah pembebasan lahan tersebut.
Pria kelahiran Sidoarjo itu memberikan servis khusus. Karena banyak warga mendadak miliarder belum mahir nyetir, Arie menurunkan tim maintenance dengan mobilitas mobil pikap untuk melayani servis berkala di rumah. Sementara untuk servis ringan diterjunkan mobil Auto 2000 Home Servis yang menggunakan mobil Hilux dengan peralatan lengkap.
Awal tahun ini, lanjut Arie, penjualan mobil Toyoto di wilayah pembebasan tersebut mulai melandai. Namun demikian, dia berusaha mencari ceruk-ceruk baru untuk bisa menambah penjualan. Terpisah, Branch Manager Srikandi Diamond Indah Motors Asrofiq S. Hardjoprawiro mengatakan, ledakan penjualan dirasakan sejak awal pencairan pembebasan lahan sekitar Februari-Maret 2020.
Saat itu, dikatakan Asrofiq, penjualan nyaris tak pernah sepi tiap harinya. ‘’Sebelum ada pandemi sudah ramai (warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu) rutin beli mobil,’’ ujar dia yang mengaku bisa menutup target penjualan 45 unit per bulan saat awal pencairan.
Asrofiq menjelaskan, secara umum penjualan setelah pandemi mulai turun. Namun, hal itu tak berlaku bagi kampung miliarder tersebut. Terbukti, permintaan terus mengalir setiap hari.
Terbanyak jenis Expander harganya sekitar Rp 300 jutaan sekitar 70 persen. Selanjutnya Pajero Sport dengan harga Rp 550 jutaan. ‘’Kalau orang Jenu belinya pasti cash (kontan), tidak ada yang kredit,’’ ungkap dia.
Editor : Indra Gunawan