Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Hati Saya Telanjur di Sini

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 28 September 2019 | 23:30 WIB
Hati Saya Telanjur di Sini
Hati Saya Telanjur di Sini

LOYALITAS dan kesetiaan penjaga gawang Persatu ini tak perlu diragukan. Setelah tiga tahun jatuh-bangun bersama Laskar Ronggolawe, kini dia justru lebih banyak ditempatkan pada posisi cadangan. Belum pernah sekali pun masuk dalam starting eleven. Dialah Wiro Rejo Prapto.


Rambutnya ditata rapi dan mengilat. Klimis. Itulah penampilan khas Wiro, panggilan akrab Wiro Rejo Prapto,  kiper ketiga Persatu Tuban pada Liga 2 2019.


Penampilan dandy-nya itu menunjang karakter gigihnya. Setiap kali latihan, dia selalu all out. Mulai jamping, menjatuhkan badan, hingga menghalau ratusan tembakan pemain.


Meski kemampuannya menjaga mistar gawang cukup teruji, pemain 22 tahun ini belum pernah masuk tim inti Persatu selama musim kompetisi Liga 2 2019.


Pada putaran pertama misalnya. Di bawah pelatih Purwanto, Wiro selalu ''disimpan'' di bench. Begitu juga hingga paro pertandingan putaran kedua Liga 2 2019, kiper bernomor punggung satu ini tak pernah masuk line-up. Tim pelatih lebih percaya kepada dua kiper luar Tuban,  Rully Desrian dan M. Pujiantoro.


Hasilnya, dari 15 pertandingan yang dilakoni Persatu, hanya dua pertandingan yang clean sheet alias tak kebobolan. Yakni, menang 1-0 atas tuan rumah PSBS Biak dan menang 1-0 saat menjamu Persiba. Selebihnya, 13 pertandingan kebobolan 22 gol.


Pada jeda pertandingan putaran pertama Liga 2 2019, nama Wiro sempat muncul sebagai tim inti. Itu pun setelah sejumlah suporter Persatu mendesak manajemen agar memasukkan nama kiper kelahiran 11 Januari 1997 itu. Pertimbangannya, kiper dengan tinggi 175 sentimeter (cm) itu menjadi andalan Persatu saat berjuang di Liga 3 Nasional 2018. Toh, nggak ada salahnya mencoba. Kala itu, di bawah pelatih Edy Sutrisno, Wiro kerap masuk starting eleven. Penampilannya pun cemerlang.


Meski, selama mengarungi Liga 2 2019 ini dia tak masuk tim inti, kiper asal Desa Mlanggi, Kecamatan Widang ini tak patah semangat.


Kepada Jawa Pos Radar Tuban, dia tetap optimistis dan percaya diri meraih karir cemerlang di dunia sepak bola. ‘’Saya tetap membela Persatu. Dan tetap percaya diri,’’ ujar dia.


Nama Wiro cukup berjasa di tim kebanggaan masyarakat Bumi Wali itu. Dia bergabung dengan Persatu saat tim ini mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016. Dari pengalamannya, dia diminta untuk menjaga mistar gawang Bumi Wali FC pada Liga 3 2017. Karena keandalannya menjaga mistar gawang cukup teruji, Wiro kembali dipanggil untuk membela Persatu pada Liga 3 2018. Penampilannya yang cemerlang memberikan kontribusi besar naiknya Persatu naik ke Liga 2 2019.


Wiro bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) Resco Babat sejak duduk di bangku SMPN 1 Widang. Karir kipernya dimulai sebagai pemain klub dan tim Kecamatan Widang. Sejumlah kejuaraan diikuti, mulai  kompetisi internal Askab PSSI, Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), hingga Bupati Cup.


Meski penampilan memukaunya mampu mengantar Persatu kembali merasakan atmosfer kompetisi kasta kedua liga Indonesia, Wiro tak pernah sekalipun ''menggugat''. Meski belum pernah diberi kesempatan menjaga gawang selama Persatu mengarungi Liga 2 2019, anak bungsu pasangan Kasmijan-Karsi ini cukup setia dan loyal. ''Hati saya telanjur di sini. Saya tetap membela Persatu,'' tutur dia.

Editor : M. Yusuf Purwanto