Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Poskestren Langitan Jadi Rujukan Kaji Banding

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 7 Juli 2019 | 19:00 WIB
Poskestren Langitan Jadi Rujukan Kaji Banding
Poskestren Langitan Jadi Rujukan Kaji Banding

TUBAN – Keberhasilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban dalam membangunan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan Kecamatan Widang menjadi rujukan sejumlah kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur (Jatim).


Rabu (3/7) lalu misalnya. Giliran Dinkes Kabupaten Blitar yang melakukan kaji banding di Poskestren Langitan. Mereka datang untuk belajar bersama dalam mengembangan Poskestren. Sehingga, hasil kaji banding di Poskestren Langitan bisa diterapkan di Kabupaten Blitar.


Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, sebagai juara satu lomba Poskestren tingkat Provinsi Jatim, Poskestren Langitan sering menjadi rujukan sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Timur.


‘’Kami bersyukur, karena Poskestren Langitan mendapat kepercayaan dari sejumlah kabupaten/kota lain dalam pengembangan Poskestren,’’ tuturnya.


Disampaikan Bambang, keberhasilan pengembangan Poskestren Langitan ini tidak lepas dari peran serta dan dukungan masyarakat, baik perorangan maupun organisasi dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren. Baik secara promotif maupun preventif.


‘’Dalam pelaksanaannya, Poskestren sangat erat hubungannya dengan gerakan masyarakat hidup sehat,’’ terang mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo itu.


Lebih lanjut Bambang menyampaikan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat di lingkungan pondok pesantren tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat. Di sinilah peran serta masyarakat sangat diperlukan. Baik dalam pemenuhan sarana dan prasarana maupun dukungan regulasi.


‘’Sehingga bisa terwujud gerakan yang sistematis dan berkelanjutan dalam mewujudkan perilaku hidup sehat (di lingkungan pondok pesantren, Red),’’ ujar Bambang berbagi ilmu dengan peserta kaji banding.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#dinkes