Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sulitnya Melukis di Atas Puding

Bachtiar Febrianto • Rabu, 5 Desember 2018 | 23:53 WIB
Sulitnya Melukis di Atas Puding
Sulitnya Melukis di Atas Puding

TUBAN – Bagi seniman berbakat, apa pun bisa menjadi media menyalurkan kreativitas. Termasuk puding. Seperti Siti Fatimah, makanan yang lembek seperti puding bisa menjadi media untuk melukis. Tidak hanya mempercantik tampilan, lukisan tangan yang dibuat Fatimah ini juga bisa dikonsumsi. Wajarnya orang melukis, untuk menyelesaikan satu puding dengan lukisan wajah itu membutuhkan waktu sekitar 4-6 jam.


Untuk mengapresiasi kepemimpinan Fathul Huda di Bumi Wali, kemarin (4/12) pebisnis kuliner puding ini secara khusus membuat puding dengan lukisan wajah orang nomor satu di Pemkab Tuban itu. Satu puding lain dilukisan Qodiriyah Fathul Huda. ‘’Selain pesanan konsumen, saya melukis tokoh yang saya kagumi dengan media puding,’’ tutur Fatimah yang berharap puding buatannya diicipi bupati kelahiran Montong itu.


Melukis di atas puding memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Selain teksturnya lembek, melukis di atas makanan kenyal itu tidak bisa dihapus. Ketika tinta berbahan pewarna makanan tersebut digoreskan, tinta tidak bisa dihapus atau hilang. Sehingga salah gores sedikit saja akan membuat gambar tidak maksimal. ‘’Harus hati-hati karena goresan langsung meresap ke pudding dan tidak bisa dihapus,’’ kata dia.


Kesulitan lain melukis media puding adalah mencari pewarna makanan sebagai pengganti tinta. Sebab, jumlah warnanya sangat terbatas. Tak jarang dia juga mencari produk impor di toko online luar negeri. Tantangan lain, karena tidak menggunakan pengawet, lukisan di atas puding karya Fatimah hanya bisa bertahan 5-7 hari.

Editor : Bachtiar Febrianto
#bojonegoro