Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pasar Modern Masih Andalkan Stok Luar Kota

Bachtiar Febrianto • Rabu, 21 Februari 2018 | 17:33 WIB
Pasar Modern Masih Andalkan Stok Luar Kota
Pasar Modern Masih Andalkan Stok Luar Kota

BISNIS - Keberadaan pasar modern di Bojonegoro belum bisa mengandalkan para petani untuk menyuplai stok buah-buahan dan sayur-sayuran. Karena dari segi stok memang kerap kali petani lokal belum mampu menyuplai dalam jumlah yang banyak. 


Biasanya, petani juga mengacu pada musimnya. Jadi tidak bisa diminta salah satu jenis sayur setiap saat. Sehingga, pasar modern atau minimarket pun masih mengandalkan penyuplai sayur dan buah dari Malang.


Suratman, salah satu karyawan pasar modern mengatakan, sudah berkali-kali hendak kerja sama dengan usaha kecil menengah (UKM) di Bojonegoro. Namun, kelanjutannya tidak ada, karena rata-rata mereka tidak punya stok ketika diminta.


Serta, merasa harganya kurang cocok. Hanya beberapa jenis sayur saja yang bisa disuplai oleh petani lokal. “Paprika merah, hijau, dan kuning itu kerap kali disuplai dari petani Bojonegoro,” ujarnya.


Menurut pria menjabat assistant fresh tersebut, kemungkinan kerja sama sering terhambat karena pasar modern yang menjual buah dan sayur hanya satu. Sehingga, atmosfernya belum terbentuk. Para penyuplai pun enggan menjualnya ke pasar modern. 


Padahal, kalau bisa kerja sama dengan petani Bojonegoro, tentu bisa saling menguntungkan karena tidak perlu menyuplai sayur ke pasar tradisional yang berada di luar kota.


“Bojonegoro sebenarnya punya potensi menjadi penyuplai sayur di pasar modern, kalau buah sepertinya belum bisa,” tuturnya.


Karena sayur yang dijual di pasar modern juga sama dengan pasar tradisional. Karena, kata dia, sayur organik hanya dikonsumsi oleh hotel saja dan harganya lebih mahal tiga kali lipat.


“Harganya tidak sesuai dengan pangsa pasar di Bojonegoro, jadi tidak jual sayur organik,” ujarnya. 


Bahkan harga beberapa sayur di pasar modern lebih murah dibanding pasar tradisional, seperti kangkung dan bayam per ikatnya hanya Rp 850. “Secara keseluruhan buah dan sayur di tempat kami hanya satu persen yang berasal dari Bojonegoro,” jelasnya. 

Editor : Bachtiar Febrianto
#bojonegoro