RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kabupaten Blora kembali menjadi rujukan daerah penghasil migas. Kali ini, Pemkab Boyolali datang khusus untuk membedah cara Blora mengelola sumur tua dan sumur minyak rakyat, yang selama bertahun-tahun menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus penyumbang pendapatan daerah.
Baca Juga: Skema PI Blok Cepu Bakal Diubah, Demi Meningkatkan Pendapatan Daerah
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi. Boyolali ingin mengulik tata kelola sektor migas yang diterapkan Blora, mulai peran BUMD hingga mekanisme pengelolaan sumur tua dan sumur minyak rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama daerah berjuluk Kota Sate itu.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini mengatakan, kunjungan tersebut merupakan balasan setelah beberapa waktu lalu Pemkab Blora belajar ke Boyolali, mengenai pengelolaan air minum melalui PDAM.
Baca Juga: SKK Migas Setujui Tambahan Jargas di Bojonegoro
‘’Ini menjadi bentuk kolaborasi antardaerah. Kami berharap masing-masing daerah bisa saling bertukar pengalaman untuk memperkuat pembangunan,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Blora Ahmad Gojali menegaskan, fokus kunjungan adalah mempelajari tata kelola BUMD dalam mengelola potensi migas. Terutama pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat yang selama ini menjadi sektor strategis di Blora.
‘’Yang ingin dipelajari adalah tata kelola sumur tua dan sumur rakyat sebagai potensi unggulan Kabupaten Blora,” katanya. (hul/ind)
Editor : Hakam Alghivari