BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Desa Leran, Kecamatan Kalitidu tengah mempersiapakn pengajuan kembali status desa sebagai penghasil minyak dan gas (migas). Alasannya, berada di dekat lokasi lapangan minyak Kedung Keris (KDK) EMCL.
Rencana diajukan kembali setelah pelantikan bupati dan wakil bupati (wabup) terpilih sekitar Maret mendatang. ’’Lokasi memang berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu tapi itu berbatasan langsung dengan Desa Leran,” ujar kades setempat Muttabi’in, Kamis (6/2).
Pria kerap disapa Obik itu mengatakan, awalnya lokasi KDK merupakan lahan milik warganya. Namun, berada di Desa Sukoharjo. Karena berbatasan dengan desanya, pihaknya berencana mengajukan Desa Leran sebagai desa penghasil migas dengan beberapa pertimbangan.
Di antaranya Desa Leran merupakan akses utama menuju KDK. Klaimnya pihak desa telah merelakan jalan desa sebagai akses. Kemudian, di desa yang juga mengajukan pemekaran itu tertanam jalur pipa sepanjang sekitar tiga kilometer (KM).
Dan, jarak permukimana warga Desa Leran sekitar 1 KM. ’’Desa kami lokasi terdekat sumur KDK. Dari permukiman warga sekitar 1 KM. Jarak belum aman jika terjadi kegagalan teknologi. Warga kami yang terdampak paling awal,” ujarnya.
Dia menyampaikan, pernah mengajukan status desa sebagai penghasil migas pada Oktober 2023. Namun, belum ada kejelasan. Sehingga, berencana mengajukan kembali setelah dilantiknya bupati dan wabup terpilih.
Pria menjabat dua periode itu melanjutkan, dengan perubahan status menjadi desa penghasil migas tujuannya meningkatkan pendapatan desa. Salah satunya melalui alokasi dana desa (ADD). ’’Rencana setelah pelantikan kami ajukan kembali. Sekitar Maret kemungkinan,” pungkas dia. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari