RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berbuka puasa umumnya tidak harus langsung tancap gas mengkonsumsi makanan berat. Cukup dengan minuman plus makanan ringan, berbuka puasa dapat dilaksanakan tanpa membebani perut agar tetap dapat beribadah.
Di Indonesia, minuman berbuka puasa yang jadi andalan mayoritas berupa kopi, teh, susu atau sirup. Bagi mereka yang punya waktu lebih banyak untuk menyiapkan menu buka puasa biasanya dapat menikmati jus buah, kolak, atau berbagai olahan lain.
Ternyata masyarakat di wilayah timur tengah, mulai dari Maroko hingga Afghanistan dan termasuk Arab Saudi, juga punya prinsip yang sama. Selain makanan ringan, mereka juga memilih minuman-minuman sederhana sebagai menu buka puasa. Sebagian dapat disiapkan dengan cepat, namun ada pula yang perlu waktu mengolah agak lama.
Mengutip dari TravelInsighter dan berbagai sumber lain, berikut beberapa menu minuman berbuka puasa yang bisa jadi inspirasi:
-
Jallab
Jika ada kerabat yang pernah ke wilayah timur tengah atau memang penggemar budaya timur tengah, kemungkinan besar mereka pernah mencicipi atau bahkan membuat jus satu ini. Jallab merupakan minuman favorit di wilayah Syam atau Levant, seperti Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon.
Jallab berbahan dasar kurma dan air seduhan kelopak bunga mawar, serta sirup atau molase anggur. Secara tradisional, Jallab disajikan dingin dan kadang ditambah dengan topping kacang. Dengan bahan yang tergolong minim, Jallab merupakan salah satu minuman yang sering disajikan baik dalam maupun di luar bulan Ramadan di wilayah setempat.
-
Laban/Ayran
Laban dan Ayran pada hakikatnya merupakan produk yang sama, yakni minuman berbahan dasar susu fermentasi. Bedanya, Laban berbahan dasar kefir atau produk serupa, sementara ayran berbahan dasar yoghurt.
Selain bahan tersebut, bahan lain yang digunakan sama persis, yakni air dingin dan sejumput garam. Air yang digunakan dapat berupa air putih atau air berkarbonasi, misal sparkling water atau air soda. Sehingga selain terasa segar dengan berbagai rasa bercampur menjadi satu, baik laban maupun ayran sama-sama baik untuk kesehatan.
-
Jus Kismis
Sesuai namanya, jus khas Irak ini terbuat dari kismis, alias anggur kering. Konon, minuman ini juga banyak disukai pemimpin negara tersebut, bahkan jauh hingga zaman kekhalifahan muslimin.
Cara membuatnya juga sederhana, cukup dengan merendam kismis dalam air sebelum kemudian diblender dan disaring. Berbagai bumbu dan perasa kadang ditambahkan dalam jus ini, misal gula merah, kayu manis, daun mint, jahe dan sebagainya.
-
Sorbet
Sama dengan sebagian masyarakat Indonesia, masyarakat di berbagai wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan juga doyan menikmati sorbet buah. Namun sorbet Timur Tengah biasanya memiliki bahan dasar air ekstrak mawar atau asam jawa, meskipun banyak juga yang memakai buah-buahan seperti umumnya.
Penyajian sorbet di timur tengah juga beragam. Ada yang berbentuk mirip es krim seperti halnya di Indonesia, namun ada juga yang lebih mirip es buah.
-
Es Sari Tebu
Juga sama dengan Indonesia, es tebu banyak digemari di Timur Tengah, termasuk di luar bulan Ramadan. Cara membuatnya juga sama persis, yakni dengan memeras atau mem-press batang tebu untuk mengeluarkan sari tebu. Namun kadang bahan lain juga ikut ditambahkan, seperti jahe, daunt mint atau jeruk peras.
-
Jus Tamarind/Asam Jawa
Meskipun disebut sebagai asam jawa di Indonesia, tanaman yang juga dikenal sebagai tamarind ini berasal dari wilayah Afrika Utara, sebelum kemudian diperkenalkan ke berbagai wilayah Asia. Sehingga serupa dengan di Indonesia, asam jawa banyak dikonsumsi sebagai jamu maupun jus penyegar di wilayah setempat, serta di wilayah teluk seperti Qatar dan Bahrain.
-
Sobya
Jika Indonesia punya bajigur, Mesir dan Arab Saudi punya sobya yang sama-sama berbahan dasar roti dan parutan kelapa. Bedanya, bajigur menggunakan roti tawar, sementara sobya menggunakan roti gandum utuh.
Kemudian, bajigur berbahan dasar santan, sementara sobya menggunakan susu. Selain itu, sobya dapat disajikan dingin, berbeda dengan bajigur yang hampir selalu disajikan panas. Namun keduanya sama-sama menggunakan gula merah atau gula aren sebagai pemanis. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana