RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda memperhatikan cara berjalan orang-orang di sekitar Anda? Ada yang langkahnya begitu cepat seolah sedang dikejar deadline, ada yang santai menikmati setiap pijakan, dan ada pula yang langkahnya lebar serta penuh percaya diri.
Sama halnya dengan kebiasaan datang tepat waktu yang mencerminkan integritas, atau kebiasaan menumpuk barang yang menandakan kecemasan, kecepatan berjalan ternyata bukan sekadar urusan fisik semata. Menurut para pakar perilaku dan psikologi, cara kita melangkah adalah jendela bawah sadar yang memperlihatkan siapa kita sebenarnya.
Berikut adalah elaborasi mendalam mengenai apa yang dikatakan gaya berjalan tentang kepribadian seseorang.
1. Si Jalan Cepat: Sang Eksekutor yang "Sat-Set"
Jika Anda adalah tipe orang yang selalu berjalan cepat, bahkan saat tidak sedang terburu-buru, Anda mungkin masuk dalam kategori kepribadian yang intens.
Baca Juga: Orang yang Menata Meja Kerjanya Berantakan Punya Rahasia Kepribadian Menurut Psikologi
Menurut studi yang dipublikasikan dalam Social Psychological and Personality Science, orang yang berjalan cepat sering dikaitkan dengan:
-
Tipe Kepribadian A (Type A Personality): Istilah psikologi untuk individu yang kompetitif, sangat terorganisir, ambisius, dan tidak sabaran.
-
Ekstrovert & Terbuka: Mereka cenderung berani mengambil risiko dan memiliki energi sosial yang tinggi.
-
Tingkat Neurotisme Rendah: Orang yang berjalan cepat biasanya memiliki kestabilan emosi yang baik karena mereka fokus pada tujuan (goal-oriented).
Bagi mereka, berjalan bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan proses menuju ke titik berikutnya seefisien mungkin. Mereka adalah orang-orang yang menghargai waktu.
2. Si Jalan Lambat: Sang Pengamat yang Berhati-hati
Sebaliknya, bagaimana dengan mereka yang berjalan lambat dan santai? Jangan buru-buru melabeli mereka pemalas.
Baca Juga: Orang yang Selalu Datang Tepat Waktu Menunjukkan 5 Ciri Integritas Ini
Menurut Caleb Backe, seorang pakar kesehatan dan kebugaran yang sering mengulas kaitan postur tubuh dan psikologi, orang yang berjalan lambat biasanya:
-
Tipe Kepribadian B: Lebih rileks, menikmati hidup, dan tidak mudah stres.
-
Introvert & Pemikir: Mereka yang berjalan lambat dengan kepala sedikit tertunduk seringkali adalah introvert yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri.
-
Sangat Berhati-hati: Kecepatan yang rendah menandakan mereka memproses informasi lingkungan dengan detail. Mereka tidak suka membuat keputusan impulsif.
Namun, perlu dicatat: jika seseorang berjalan sangat lambat dengan bahu merosot, dalam beberapa kasus klinis, ini bisa menjadi indikator sedentary lifestyle atau bahkan gejala awal depresi yang perlu diperhatikan.
3. Si Langkah Lebar (Long Strider): Percaya Diri Tinggi
Apakah Anda memiliki teman yang langkah kakinya lebar-lebar saat berjalan? Gaya berjalan ini memakan banyak ruang dan menunjukkan dominasi.
Secara psikologis, long striders mencerminkan:
-
Multitasking yang Buruk namun Fokus yang Kuat: Mereka fokus pada satu tujuan di depan mata dan ingin segera mencapainya.
-
Tegas (Assertive): Langkah lebar adalah tanda bahwa mereka tidak takut mengambil ruang dan memegang kendali.
-
Rasional: Mereka cenderung menggunakan logika di atas perasaan dalam mengambil keputusan.
4. Si Langkah Pendek (Short Strider): Perfeksionis yang Cemas
Berbeda dengan si langkah lebar, orang yang mengambil langkah pendek-pendek (terlepas dari tinggi badan mereka) sering kali memiliki kebutuhan akan kepastian.
Dalam psikologi perilaku, gaya ini sering dihubungkan dengan:
Baca Juga: Orang yang Terlihat Awet Muda, Biasanya Melakukan Ini Sebelum Tidur Menurut Riset
-
Self-Centered (dalam artian positif): Mereka sangat peduli dengan diri mereka sendiri dan tidak terlalu ingin mencampuri urusan orang lain.
-
Perfeksionis: Langkah pendek memungkinkan kontrol yang lebih besar, mencerminkan keinginan mereka agar segala sesuatu berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan.
-
Rentan Kecemasan: Terkadang, langkah pendek dan cepat bisa menjadi tanda kegelisahan internal.
Kesimpulan: Konteks itu Penting
Tentu saja, analisis ini adalah generalisasi berdasarkan kecenderungan perilaku. Situasi fisik (seperti sakit kaki) atau kondisi eksternal (terlambat rapat) bisa mengubah cara jalan seseorang sesaat.
Namun, jika Anda melihat pola yang konsisten, misalnya rekan kerja Anda selalu berjalan cepat meski hanya ke pantri, itu adalah sinyal kuat bahwa ia adalah orang yang produktif, logis, dan mungkin sedikit tidak sabaran.
Memahami bahasa tubuh ini bisa membantu Anda beradaptasi. Jangan menghalangi jalan si "Jalan Cepat" jika tidak ingin dimarahi, dan bersabarlah dengan si "Jalan Lambat" karena mereka mungkin sedang memikirkan solusi terbaik untuk masalah Anda. (bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko