Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apa Benar Etanol Dapat Menyebabkan Karat Pada Kendaraan? Begini Penjelasannya

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:58 WIB
Sebuah pompa bensin di Amerika Serikat yang menjual bahan bakar minyak dan etanol. (Dok. Nebraska Corn Board)
Sebuah pompa bensin di Amerika Serikat yang menjual bahan bakar minyak dan etanol. (Dok. Nebraska Corn Board)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wacana pengenalan bahan bakar campuran etanol oleh Pemerintah RI memantik beberapa pertanyaan. Selain temuan warga mengenai bensin yang beredar saat ini, diketahui kandungan etanol menyebabkan perusahaan swasta batal membeli stok milik Pertamina.

Namun untuk konsumsi publik, bahan bakar etanol masih memasuki tahap diskusi. Rencananya jika jadi, varian yang akan dikenalkan ke publik adalah campuran etanol 10 persen, atau E10.

"Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori (wajib) 10% etanol. Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol, tujuannya agar kita tidak impor banyak," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pada Rabu siang (7/10) kepada awak media nasional.

Cukup banyak yang khawatir mengenai wacana penggunaan campuran etanol dalam bahan bakar tersebut. Karena meskipun hasil pembakaran lebih bersih ketimbang memakai bahan bakar minyak (BBM), etanol diketahui juga dapat menyebabkan karat pada jeroan mesin jika digunakan terus menerus.

Etanol murni, jika mengalami proses pembakaran seperti dalam penggunaan sebagai bahan bakar, menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) sebagai hasil pembakaran. Kurang lebih rumus reaksi pembakarannya sebagai berikut:

C2H5OH (atau CH3CH2OH) + 3 O2 → 2 CO2 + 3 H2O

Sehingga adanya molekul air dalam campuran molekul etanol maupun hasil pembakaran etanol dikhawatirkan dapat mempercepat proses oksidasi atau pengkaratan, terutama dalam saluran bensin dan tangki bensin.

Contoh saluran bensin motor Harley-Davidson yang berkarat akibat penggunaan bahan bakar etanol. (Dok. Equipment World)
Contoh saluran bensin motor Harley-Davidson yang berkarat akibat penggunaan bahan bakar etanol. (Dok. Equipment World)

Selain itu menurut temuan US National Institute of Standards and Technology (NIST), etanol memiliki sifat dapat menarik air dalam campuran senyawa. Selain itu jika tidak disaring dan dimurnikan dengan benar sebelum digunakan sebagai bahan bakar, campuran etanol dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri Acetobacter aceti, yang dapat mengubah etanol menjadi asam asetat yang mempercepat pembentukan karat.

Karena itu, etanol murni jarang digunakan sebagai bahan bakar secara utuh. Selain dimurnikan sedetil mungkin, etanol juga dicampur dengan bahan bakar minyak dalam penggunaan untuk masyarakat umum.

Studi oleh Minnesota State University pada 2008, serta oleh Society of Automotive Engineers (SAE) pada 2023 menunjukkan bahwa etanol aman digunakan dalam campuran bahan bakar kendaraan umum selama dalam jumlah rendah. Idealnya, bahan bakar dapat memiliki campuran etanol sebanyak 5 hingga 20 persen untuk digunakan tanpa harus mengganti bahan konstruksi jeroan mesin.

Selain itu, di negara-negara seperti Brazil dan Amerika Serikat, campuran bahan bakar juga memiliki berbagai zat aditif untuk mencegah agar jeroan mesin tidak karatan. Sehingga mereka juga berani menjual bahan bakar dengan campuran etanol hingga 85 persen atau bahkan etanol murni, atau akrab disebut sebagai E85 dan E100.

Pun demikian, bahan bakar dengan kandungan etanol tinggi hanya bisa dikonsumsi oleh kendaraan dengan mesin berbahan konstruksi logam anti karat. Kendaraan-kendaraan ini biasa disebut flex-fuel vehicles (FFV), karena selain etanol murni dan bahan bakar bercampur etanol, kendaraan juga masih bisa mengkonsumsi BBM layaknya kendaraan lain. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#etanol #esdm #bbm #pembakaran #bahan bakar campuran #pemerintah ri #bahan bakar minyak #bensin #bahlil lahadalia #bahan bakar #karat