RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dunia olahraga sedang dihebohkan oleh dua aktivitas fisik yang kini menjadi primadona: Pilates dan Padel.
Pilates, olahraga yang mengandalkan gerakan lambat namun terkendali, terbukti ampuh menguatkan otot inti tubuh sembari memperbaiki postur dan mengurangi stres.
Sementara itu, Padel hadir sebagai olahraga raket yang dimainkan berpasangan di lapangan tertutup dengan dinding kaca, menawarkan sensasi bermain yang seru sembari membakar hingga 600 kalori per jam.
Kedua olahraga ini berhasil memikat hati berbagai kalangan berkat manfaatnya yang luar biasa.
Pilates Latih Kelenturan Tubuh Cocok untuk Semua Kalangan
Pilates memang cocok untuk segala usia karena intensitas latihannya bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.
Olahraga ciptaan Joseph Pilates ini sangat efektif melatih otot perut, punggung, dan panggul sekaligus mengajarkan teknik pernapasan yang benar.
Tak heran jika banyak ahli fisioterapi merekomendasikan Pilates sebagai terapi rehabilitasi cedera.
Baca Juga: Mengenal Padel, Tenis Versi Mini Kesukaan Pemuda Indonesia
Gerakan-gerakannya yang lembut, namun tepat sasaran mampu memperkuat otot-otot yang lemah tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi. Juga melatih kelenturan tubuh.
Pilates dapat dilakukan di mana saja, mulai dari studio khusus, pusat kebugaran, hingga di rumah dengan peralatan sederhana.
Padel Lahir di Meksiko, Berkembang Pesat di Spanyol, dan Sedang Populer di Indonesia
Padel yang berasal dari Meksiko dan berkembang pesat di Spanyol kini tengah naik daun di Indonesia.
Olahraga ini jauh lebih mudah dipelajari dibandingkan tenis biasa karena lapangannya lebih kecil dan bola bisa memantul dari dinding.
Selain melatih sistem peredaran darah, Padel juga meningkatkan koordinasi mata-tangan, mempercepat refleks, dan menguatkan otot seluruh tubuh, yang membuatnya semakin menarik adalah aspek sosialnya yang kuat karena dimainkan secara berpasangan.
Keunggulan utama kedua olahraga ini terletak pada risiko cedera yang rendah dan fleksibilitas waktu berlatih.
Baca Juga: Alasan Utama Latihan Beban Lebih Efisien Membakar Lemak Dibanding Lari Berjam-jam
Padel hanya membutuhkan waktu 60-90 menit per sesi dan sangat cocok untuk bersosialisasi sembari berolahraga.
Padelates: Kombinasi Olahraga Pilates dan Padel Bisa Menjadi Investasi Jangka Panjang
Kombinasi antara manfaat kesehatan dan kesenangan membuat Pilates dan Padel mudah diterima semua kalangan.
Bahkan, mengutip dari media ketik.com, baru-baru ini di Surabaya ada seorang instruktur pilates yang juga aktif bermain padel, Florencia Pranata coba mempopulerkan konsep kombinasi olahraga Pilates dan Padel, bernama Padelates.
Saat ikut Padelates akan diberikan gerakan Pilates, seperti side lunges, single leg lifts, dan arm rotation. Semua gerakan itu bertumpu pada kekuatan otot dalam dan kendali pernapasan.
"Tujuannya, memperkuat otot penyangga sebelum main Padel. Sebab, tanpa penguatan dari Pilates, banyak yang berisiko cedera di pergelangan tangan, bahu, sampai ankle. Pilates membantu stabilisasi core dan fleksibilitas," jelas Florencia Pranata kepada ketik.com.
Pada prinsipnya, menggabungkan Pilates dan Padel dalam rutinitas olahraga mingguan menciptakan program kebugaran yang sempurna.
Pilates memberikan fondasi kekuatan otot inti dan kelenturan tubuh. Sedangkan, Padel menyediakan latihan kardio yang menyenangkan plus interaksi sosial.
Jadwal yang disarankan adalah Pilates 2-3 kali seminggu dan Padel 1-2 kali seminggu. Kombinasi ini memastikan tubuh mendapat latihan yang seimbang dan menyeluruh.
Baca Juga: Panduan Memilih Sepatu Lari yang Tepat untuk Pemula: Hindari Cedera, Raih Kenyamanan
Pilates dan Padel bukan sekadar tren olahraga sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan optimal.
Keduanya menawarkan cara yang menyenangkan untuk tetap aktif bergerak, membangun kekuatan tubuh, dan menjaga kesehatan mental.
Kunci utamanya adalah konsistensi dan menikmati setiap prosesnya. Dengan rutin berlatih, tubuh yang sehat dan pikiran yang bahagia bukanlah mimpi belaka, melainkan kenyataan yang bisa diraih siapa saja. (jes/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko