RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM– Cuaca tidak menentu belakangan ini membuat banyak orang lebih mudah terserang meriang.
Siang panas menyengat, sore turun hujan deras, malam angin berembus dingin. Kondisi semacam ini sering memicu gejala masuk angin, perut kembung, hingga daya tahan tubuh menurun.
Selain obat modern, masyarakat Indonesia sejak dulu sudah akrab dengan “senjata rahasia” untuk melawan kondisi ini, yakni ramuan tradisional.
Minuman berbahan rempah bukan sekadar menghangatkan badan, tetapi juga punya kandungan gizi yang mendukung kesehatan. Bahkan sejumlah penelitian medis modern membuktikan, rempah-rempah asli Nusantara kaya akan antioksidan, antiinflamasi, hingga zat antimikroba.
Berikut tujuh ramuan tradisional yang bisa dibuat di rumah untuk menjaga tubuh tetap fit saat cuaca tidak bersahabat.
1. Wedang Jahe
Wedang jahe merupakan pilihan pertama banyak orang ketika mulai merasa meriang. Jahe mengandung gingerol, senyawa aktif yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, sekaligus antimikroba. Penelitian menunjukkan konsumsi jahe dapat membantu mengurangi nyeri otot, memperlancar sirkulasi darah, serta meredakan mual.
Tips penyajian: potong jahe segar, geprek, lalu rebus bersama gula aren. Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis agar rasanya lebih segar.
2. STMJ (Susu, Telur, Madu, Jahe)
STMJ dikenal sebagai “energi booster” warisan nusantara. Perpaduan empat bahan ini memberi gizi lengkap. Protein dari telur mendukung perbaikan sel, susu kaya kalsium menjaga kesehatan tulang, madu memberikan energi instan sekaligus antibakteri alami, dan jahe menambah efek hangat serta meningkatkan imunitas.
Cocok diminum malam hari sebelum tidur, terutama setelah aktivitas panjang yang menguras tenaga.
3. Teh Serai
Teh panas yang diberi serai menghadirkan aroma segar sekaligus manfaat relaksasi. Serai mengandung citronellal dan geraniol yang membantu meredakan stres, menenangkan sistem saraf, dan membuat tidur lebih nyenyak.
Tips: tambahkan irisan jahe atau madu agar khasiatnya makin terasa.
4. Wedang Uwuh
Minuman khas Yogyakarta ini dikenal karena warnanya yang merah alami dari kayu secang. Campurannya terdiri dari jahe, cengkih, pala, kayu manis, dan kapulaga. Kombinasi ini menghasilkan rasa pedas-hangat sekaligus manfaat kesehatan. Kayu secang kaya flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan, sementara cengkih membantu mengurangi peradangan.
Fakta unik: nama “uwuh” berarti “sampah” dalam bahasa Jawa, karena tampilannya seperti tumpukan dedaunan.
5. Kunyit Asam
Kunyit asam sudah lama populer sebagai jamu sehari-hari. Kurkumin pada kunyit berfungsi sebagai antiinflamasi alami, mampu meredakan nyeri sendi maupun pegal linu. Asam jawa membantu melancarkan pencernaan serta memberi rasa segar. Tak heran, minuman ini juga sering dikonsumsi perempuan untuk meredakan nyeri menstruasi.
Bonus manfaat: kandungan antioksidannya mendukung detoksifikasi tubuh.
6. Wedang Sereh Jahe Kayu Manis
Trio rempah ini jadi kombinasi hangat sekaligus menyehatkan. Kayu manis dikenal membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Jahe menjaga imun tubuh, sementara serai memberi aroma segar sekaligus efek relaksasi.
Tips sajian: tambahkan sedikit madu atau gula aren agar rasanya lebih lembut di lidah.
7. Wedang Secang Pandan
Minuman dari rebusan kayu secang dan pandan memberi warna merah cantik dan aroma harum. Daun pandan mengandung alkaloid dan polifenol yang berfungsi merilekskan otot, menenangkan pikiran, sekaligus memperbaiki mood. Cocok diminum sore hari sambil beristirahat setelah bekerja.
Meski sederhana, ramuan tradisional ini ternyata punya dasar ilmiah. Beberapa kandungan aktif yang sering muncul antara lain:
-
Gingerol (jahe): antiinflamasi, meningkatkan metabolisme, meredakan mual.
-
Kurkumin (kunyit): antiradang, antioksidan, mendukung kesehatan hati.
-
Flavonoid (secang, serai): antioksidan, melawan radikal bebas, menjaga elastisitas pembuluh darah.
-
Polifenol (pandan, kayu manis): menekan stres oksidatif, meningkatkan kesehatan jantung.
Kandungan inilah yang membuat ramuan tradisional dipercaya sebagai “perisai alami” tubuh dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Meski ramuan tradisional terbukti menyehatkan, para ahli mengingatkan agar konsumsinya tetap seimbang. Hindari penggunaan gula berlebihan, serta perhatikan kondisi tubuh, terutama bagi penderita penyakit tertentu.
Selain mengandalkan rempah, masyarakat juga disarankan menjaga pola hidup sehat: makan bergizi, tidur cukup, olahraga ringan, serta memperbanyak air putih. Dengan kombinasi gaya hidup sehat dan ramuan tradisional, tubuh akan lebih tahan menghadapi cuaca yang sering berubah-ubah. (kam)
Editor : Hakam Alghivari