Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Bojonegoro Perkuat Pembangunan Desa Lewat TMMD, Program TMMD Resmi Dibuka Kemarin

M
Penulis: Muhammad Suaeb❯
Bupati Setyo Wahono saat membuka TMMD ke-129 di Lapangan Desa Mlideg. (ISTIMEWA/RADAR BPJPNEGORO)
Bupati Setyo Wahono saat membuka TMMD ke-129 di Lapangan Desa Mlideg. (ISTIMEWA/RADAR BPJPNEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan pedesaan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.

Program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat itu diyakini menjadi instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat membuka TMMD ke-129 di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Kemarin (15/7). Menurutnya, TMMD bukan hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat.

"TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui sinergi pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat, kita bersama-sama mempercepat pembangunan wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Wahono.

Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD tahun ini mengusung isu utama penurunan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Bojonegoro yang berfokus pada penguatan desa sebagai fondasi pembangunan daerah.

Advertisement

Menurut Wahono, tema "Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" selaras dengan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memperkuat pembangunan dari tingkat desa melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan potensi lokal, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-129, anggaran sebesar Rp 5,285 miliar dianggarkan. Anggaran tersebut terdiri atas Rp 4,747 miliar untuk kegiatan fisik dan Rp 537,206 juta untuk kegiatan nonfisik.

Sasaran fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta peningkatan sarana dan prasarana umum guna mempercepat pembangunan Desa Kesongo. Sementara sasaran nonfisik diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan usaha produktif, hingga pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri.

"Hasil TMMD tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga terwujudnya masyarakat desa yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera," tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan TMMD. Selain itu, personel TNI yang bertugas diminta menghormati adat istiadat dan kearifan lokal selama berada di Desa Kesongo.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Geopark Bojonegoro Berstatus UNESCO Global Geopark

Geopark Bojonegoro Berstatus UNESCO Global Geopark

Hasil Sidang Council UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 di Kantor UNESCO, Paris, Prancis, Senin (2/11). Geopark Bojonegoro resmi mendapat pengakuan internasional.

Popda dan Peparpeda Jatim berlangsung hingga 11 November,  345 Kontingen Bojonegoro Bidik 10 Besar

Popda dan Peparpeda Jatim berlangsung hingga 11 November, 345 Kontingen Bojonegoro Bidik 10 Besar

Sebanyak 345 kontingen Kabupaten Bojonegoro diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026, Selasa (27/10).

Bupati Bidik Bojonegoro Rujukan Orang Sakit

Bupati Bidik Bojonegoro Rujukan Orang Sakit

Bojonegoro genap berusia 349 tahun hari ini (20/10). Banyak pekerjaan rumah (PR) harus dituntaskan mulai pengentasan anak putus sekolah (ATS), masalah pertanian, hingga kesehatan. Tak ayal jika pemerintah kabupaten.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer