Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pendiri YouTube Ingatkan Bahaya Konten Shorts Untuk Anak Kecil: Daya Konsentrasi Anak Makin Berkurang Saat Ini

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 1 Agustus 2025 | 00:24 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dewasa ini, konten-konten dalam bentuk pendek seperti YouTube Shorts, Meta Reels dan video TikTok makin digemari masyarakat. Selain ringkas, konten-konten tersebut tidak terlalu menyita banyak waktu dan perhatian masyarakat.

Namun salah satu pendiri dan mantan kepala bidang teknologi (CTO) YouTube, Steve Chen memperingatkan bahaya konten-konten tersebut untuk tumbuh kembang anak-anak. Hal tersebut disampaikan olehnya dalam perbincangan bersama Universitas Bisnis Stanford pada Senin (28/7).

Menurut Chen, dengan ringkasnya konten yang dimuat, maka perhatian yang dibutuhkan juga sedikit. Sehingga dikhawatirkan, konten-konten pendek dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan konsentrasi anak.

“Saya kurang yakin untuk memperbolehkan anak-anak saya untuk hanya menonton konten pendek, dan kemudian tidak dapat menonton sesuatu yang berjalan lebih dari 15 menit. Benar memang TikTok bersifat hiburan, tapi ya pada akhirnya hanya sekedar hiburan saja. Konten pendek dapat berakibat daya konsentrasi yang pendek juga,” jelas Chen sebagaimana dikutip dari Business Insider.

Tentu, tindakan sebaliknya dapat menjadi solusi. Chen sendiri telah mengamati banyak tetangga-tetangganya yang mengajak buah hati mereka menonton konten yang  jauh lebih lama, misal film. Selain itu, konten-konten dengan warna terang juga dihindari karena mudah menarik perhatian anak-anak.

“Sehingga meskipun mereka tidak langsung mendapat apa yang mereka inginkan, mereka masih senang menonton konten panjang serupa,” pria yang mendirikan YouTube bersama kawan-kawannya pada 2005 tersebut.

Selain itu, Chen juga mengusulkan memberi fitur batasan waktu bagi anak-anak untuk menggunakan aplikasi berisi konten-konten pendek sesuai usia mereka. Fitur serupa sebelumnya telah diterapkan untuk rilis TikTok versi Tiongkok, yakni Douyin.

“Sesungguhnya ada keseimbangan antara aspek yang menarik perhatian penonton, aspek yang berguna bagi penonton, dan aspek yang dapat diuangkan dari penonton. Perusahaan yang menampung konten-konten pendek tersebut  sepatutnya menambah fitur keamanan bagi anak-anak, seperti batasan umur dan waktu penggunaan,” tambah Chen. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Konsentrasi #pendek #reels #tumbuh kembang #Kemampuan Berpikir #ringkas #YouTube Shorts #konten #Douyin #anak #tiktok #Shorts #anak-anak #youtube