RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Duel klasik antara dua perusahaan teknologi Amerika Serikat kembali berlanjut minggu ini di bidang sistem operasi smartphone. Apple bergerak lebih dulu dengan merilis iOS 26 pada Selasa (10/6), beberapa jam kemudian Google menjawab dengan merilis Andriod 16 di hari yang sama.
Salah satu hal yang paling mencolok dalam persaingan tersebut adalah kedua perusahaan sama-sama berfokus pada tampilan antarmuka pengguna (UI), dengan pendekatan yang berbeda. Jika Google berfokus untuk menyederhanakan tampilan, Apple malah memilih memoles tata layar mereka untuk berbagai produk mereka, termasuk iPhone dan iPad.
Untuk UI, Apple memutuskan kembali mengadopsi estetika Frutiger Aero dengan mengenalkan pondasi Liquid Glass, dengan latar belakang antarmuka dibuat bening dan semi-transparan. Namun para penggemar teknologi mungkin mengingat tren desain ini juga diadopsi oleh berbagai produk Android pada awal pengembangan sistem operasi tersebut.
Bahkan salah satu kompetitor merka, Samsung tidak segan-segan menyindir perubahan UI tersebut. “Modifikasi aplikasi? Menu terapung? Antarmuka gaya kaca? Nampak familiar bagi kami,” klaim Samsung cabang Amerika Utara melalui akun X mereka.
Tidak hanya itu, Samsung juga mengkritik Apple telat mengadopsi fitur terjemahan teks pesan pribadi, serta terjemahan audio saat telepon. Kedua fitur tersebut sudah lama menjadi andalan berbagai sistem operasi berbasis Android sejak tahun lalu, termasuk One UI milik Samsung.
Sementara itu, Google dengan pondasi Material 3 Expressive berfokus pada penyederhanaan tampilan dengan mengelompokkan notifikasi berdasarkan aplikasi asal, serta meningkatkan proses tampilan progres langsung, seperti proses pengantaran barang dan makanan dari aplikasi jasa terkait. Secara visual, Android masih memasang menggunakan warna blok padat dan cerah, dibanding dengan iOS yang kini memiliki tampilan transparan.
Berkaitan dengan hal tersebut, hal lain yang menjadi kontras antara iOS 26 dan Android 16 adalah pengembangan platform kecerdasan buatan (AI) milik masing-masing produk, yakni Apple Intelligence dan Google Gemini. Dalam aspek ini, Apple juga nampak masih mengejar Google.
Selain telat mengadopsi fitur terjemahan langsung, Apple juga terlambat memperkuat keamanan pengguna, meskipun juga memiliki keunikan tersendiri. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs tersebut baru menambahkan penyaring panggilan tak dikenal dalam iOS 26, namun berbeda dengan Android, iOS punya opsi untuk menginterogasi penelpon secara otomatis. Selain itu, iOS juga otomatis memblok nomor panggilan tak dikenal sampai pengguna menandai nomor sebagai nomor dikenal.
Sementara itu, Google membungkus sistem keamanan mereka melalui aplikasi independen berbasis AI, Google Advanced Protection. Di samping fungsi perlindungan website dan aplikasi yang dimiliki kedua kubu, Advanced Protection juga otomatis mengenali nomor yang dinilai sebagai penipuan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana