RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Overthinking atau terlalu banyak berpikir sering kali menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan, khususnya pada perempuan. Menurut riset, perempuan lebih rentan mengalami ruminative thinking, yaitu pola pikir berulang-ulang terhadap masalah tanpa solusi yang jelas. Kondisi ini bisa memicu stres, gangguan kecemasan, bahkan depresi jika dibiarkan.
Mengapa perempuan lebih mudah terjebak dalam overthinking? Apa langkah efektif untuk menghentikannya? Berikut pembahasan lengkap berdasarkan studi dan panduan dari para ahli.
Perempuan dan Overthinking: Ada Faktor Biologis dan Sosial
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Susan Nolen-Hoeksema dari Yale University mengungkap bahwa perempuan dua kali lebih mungkin mengalami rumination dibanding laki-laki. Ini sebagian disebabkan oleh perbedaan biologis dalam struktur otak, khususnya pada bagian amigdala dan hippocampus yang berperan dalam memproses emosi dan memori.
Namun bukan hanya faktor biologis. Perempuan juga lebih sering dibebani ekspektasi sosial yang tinggi—mulai dari tuntutan karier, relasi, hingga peran dalam keluarga. Beban ini secara tidak langsung mendorong mereka untuk lebih sering meninjau kembali keputusan, kekhawatiran, dan kemungkinan terburuk dalam hidup.
Dampak Buruk Overthinking yang Perlu Diwaspadai
Menurut Harvard Health Publishing, overthinking yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berdampak pada:
- Kesehatan mental, seperti meningkatnya risiko gangguan kecemasan dan depresi.
- Kualitas tidur, karena pikiran yang terlalu aktif bisa memicu insomnia.
- Produktivitas, karena energi mental terkuras untuk hal-hal yang belum tentu terjadi.
Cara Efektif Mengatasi Overthinking
Berikut beberapa langkah yang telah terbukti secara ilmiah membantu mengelola overthinking, terutama bagi perempuan:
1. Sadari Pola Pikir yang Berulang
Langkah awal adalah menyadari saat otak mulai berputar-putar dalam kekhawatiran yang sama. Menurut Cognitive Behavioral Therapy (CBT), menyadari dan mengidentifikasi pola pikir ini dapat membantu mengganggu siklus overthinking.
2. Menulis Pikiran di Jurnal
Studi dari Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa menulis pikiran dan perasaan di atas kertas dapat meredakan tekanan mental dan mengurangi intensitas overthinking.
Baca Juga: 7 Sifat Istimewa Perempuan Sulung yang Membuat Mereka Tahan Banting di Segala Keadaan
3. Praktikkan Mindfulness
Latihan mindfulness atau kesadaran penuh seperti meditasi terbukti mampu menenangkan sistem saraf. Penelitian dari American Psychological Association (APA) menyebut bahwa mindfulness bisa menurunkan aktivitas otak di bagian yang terkait dengan kecemasan.
4. Tetapkan Batas Waktu untuk Memikirkan Masalah
Teknik ini disebut scheduled worry time. Alokasikan waktu khusus (misalnya 10–15 menit) untuk merenung atau khawatir. Di luar waktu itu, latih diri untuk mengalihkan perhatian.
5. Bicara dengan Profesional atau Orang Terpercaya
Ketika overthinking mulai mengganggu aktivitas harian, berkonsultasilah dengan psikolog atau konselor. Dukungan dari orang terdekat juga bisa jadi langkah awal yang membantu. (kam)
Editor : Hakam Alghivari