Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bolehkah Melaksanakan Sholat Tarawih Sendiri di Rumah? Ini Jawabannya Menurut Kajian Hadist dan Pendapat Ulama

Hakam Alghivari • Rabu, 19 Maret 2025 | 01:35 WIB
Dalam ajaran Islam, sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Ada kebebasan bagi seorang muslim untuk menunaikan sholat ini baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah
Dalam ajaran Islam, sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Ada kebebasan bagi seorang muslim untuk menunaikan sholat ini baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah yang paling dinantikan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Ibadah sunnah ini dilakukan setelah sholat Isya dan biasanya dikerjakan secara berjamaah di masjid. Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua orang dapat melaksanakannya bersama imam di masjid.

Ada yang memiliki kesibukan tertentu, mengalami kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, atau menghadapi keterbatasan akses ke masjid. Oleh karena itu, muncul pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang, apakah boleh melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah?

Dalam ajaran Islam, sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), tetapi tidak diwajibkan. Secara umum, ada kebebasan bagi seorang muslim untuk menunaikan sholat ini baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.

Meskipun berjamaah di masjid memiliki keutamaan lebih besar, melaksanakan sholat tarawih sendirian di rumah tetap diperbolehkan dan sah menurut syariat. Untuk memahami lebih dalam mengenai hal ini, kita akan merujuk pada dalil dari Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, serta pandangan para ulama.

Hukum Melaksanakan Sholat Tarawih Sendiri di Rumah

Dalam Islam, melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah diperbolehkan dan tetap sah. Hal ini karena sholat tarawih termasuk dalam kategori sholat malam atau qiyamullail, yang hukumnya tidak mengharuskan dilakukan secara berjamaah. Sholat malam sendiri memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya, baik sendirian maupun berjamaah.

Dalil dari Hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam

Dalam berbagai riwayat hadis, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, tidak selalu melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid. Ada kalanya beliau melaksanakannya sendirian di rumah. Salah satu hadis yang menjadi landasan dalam hal ini adalah

“Bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sholat di masjid pada suatu malam, lalu orang-orang ikut sholat bersama beliau. Kemudian beliau sholat pada malam berikutnya, dan semakin banyak orang yang ikut sholat. Kemudian pada malam ketiga atau keempat, orang-orang berkumpul, tetapi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tidak keluar kepada mereka. Ketika pagi tiba, beliau bersabda: ‘Aku telah mengetahui apa yang kalian lakukan. Namun aku khawatir sholat ini akan diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu melaksanakannya.’”
(HR. Bukhari no. 1129, Muslim no. 761).

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah sholat tarawih berjama’ah di masjid, tetapi kemudian memilih untuk tidak melaksanakannya secara berjamaah setiap malam. Hal ini menunjukkan bahwa sholat tarawih tidak harus selalu dilakukan di masjid dan boleh dikerjakan sendiri di rumah.

Selain itu, dalam hadis lain, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga menjelaskan tentang sholat malam, termasuk tarawih:

“Sholat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir  masuk waktu Subuh, hendaklah ia sholat satu rakaat sebagai witir penutup bagi sholatnya.”
(HR. Bukhari no. 990, Muslim no. 749).

Hadis ini menunjukkan bahwa sholat malam, yang mencakup tarawih, dapat dilakukan secara individu tanpa keharusan berjamaah di masjid.

Pendapat Para Ulama

Mayoritas ulama sepakat bahwa sholat tarawih boleh dikerjakan sendiri di rumah, meskipun lebih utama jika dilakukan berjamaah di masjid. Berikut beberapa pandangan ulama mengenai hal ini:

1. Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan:

“Sholat tarawih adalah sunnah muakkadah. Dapat dilakukan sendirian atau berjamaah, tetapi lebih utama berjamaah.”

2. Syaikh Ibn Utsaimin (w. 2001 M) dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail mengatakan:

“Jika seseorang sholat tarawih sendirian di rumahnya, itu diperbolehkan dan tidak ada dosa baginya. Namun, jika dia sholat berjamaah di masjid, itu lebih utama.”

Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun sholat tarawih sendiri diperbolehkan, sholat berjamaah di masjid lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan tersendiri.

Keutamaan Sholat Tarawih Berjamaah

Meskipun sholat tarawih boleh dilakukan sendiri, namun sholat berjamaah di masjid memiliki keutamaan yang lebih besar. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Barang siapa sholat (tarawih) bersama imam hingga selesai, maka akan dituliskan baginya pahala sholat semalam penuh.”
(HR. Abu Dawud no. 1370, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327).

Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang yang melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid akan mendapatkan pahala seperti sholat semalam suntuk. Oleh karena itu, jika memungkinkan, lebih baik seorang muslim menunaikan sholat tarawih di masjid bersama jamaah.

Namun, bagi mereka yang memiliki kendala atau kesibukan tertentu, melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah tetap merupakan pilihan yang sah dan tetap mendapatkan pahala.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sholat tarawih boleh dilakukan sendiri di rumah, terutama jika ada alasan tertentu seperti sakit, kesibukan, atau kendala lainnya yang menghalangi untuk berjamaah di masjid. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sendiri pernah melaksanakan sholat malam di rumahnya, sehingga hal ini menunjukkan kebolehan sholat tarawih secara individu.

Baca Juga: Indorunners Bojonegoro, Gelar Runmadan Ngabuburun dan Ajak Masyarakat Tetap Bugar Selama Ramadan

Namun, jika tidak ada halangan, sholat tarawih berjamaah di masjid lebih utama karena memiliki keutamaan pahala yang lebih besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam. Oleh karena itu, bagi mereka yang mampu dan memiliki kesempatan, sangat dianjurkan untuk menghadiri sholat tarawih berjamaah di masjid guna meraih pahala yang lebih besar.

Yang terpenting, baik dilakukan sendiri maupun berjamaah, sholat tarawih tetap merupakan ibadah yang dianjurkan selama bulan Ramadan dan merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua dimudahkan dalam melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan keistiqamahan. Wallahu a’lam. (nnd/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#jamaah #Di Rumah #sholat tarawih #Sholat sunnah #sendirian #ramadhan