Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apa Saja Potensi Desa Kedungsumber di Kecamatan Temayang, dan Bagaimana Sejarahnya? Ini Ulasannya

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 22:17 WIB
Legendaris: Waduk Pacal di Desa Kedungsumber,Kecamatan Temayang, masih menjadi potensi wisata andalan Pemkab Bojonegoro (WAHYU DHANI A./RADAR BOJONEGORO)
Legendaris: Waduk Pacal di Desa Kedungsumber,Kecamatan Temayang, masih menjadi potensi wisata andalan Pemkab Bojonegoro (WAHYU DHANI A./RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM Pada akhir juli (24/7), tim magang Radar Bojonegoro dari Universitas Bojonegoro melakukan wawancara eksklusif bersama perangkat Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, untuk menelusuri sejarah, profil, serta potensi desa yang kaya akan nilai budaya dan sumber daya alam.

Desa Kedungsumber terdiri dari empat dusun, yakni Kedungsumber (Krajan), Kricak, Tretes, dan Sugihan. Masing-masing dusun memiliki sejarah yang unik. Dulu, kawasan ini merupakan hutan belantara yang belum tersentuh manusia.

Sejarah mencatat, Mbah Jambret adalah tokoh pertama yang membabat kawasan tersebut dan menjadikannya sebagai pemukiman. Ia kemudian menjadi lurah pertama Desa Kedungsumber.

“Dulu sini dulu Putuk namanya. Pohon boluh, bawah pohon ada airnya. Mbah Jambret lurah pertama sukanya sari kewan (ajak) gembala kerbau ditaruh bawah pohon boluh. Krecak bukan pohon tapi di bawahnya pohon boluh di RT 06 ada batu kecil-kecil (dinamakan krecak). Air sumber di bawah pohon tersebut tidak pernah berhenti sehingga desa ini dinamakan Kedungsumber,” ujar Kepala Desa Kedungsumber, Kardi.

Nama “Kedungsumber” sendiri berasal dari dua kata, yakni kedung (genangan air) dan sumber (mata air), menggambarkan kondisi geografis desa yang kaya akan sumber mata air. Seiring berjalannya waktu, nama dusun dan wilayah mengalami perubahan, termasuk nama Dusun Kricak yang dahulu dikenal sebagai Kedung Kricak.

Selain Mbah Jambret, tokoh lain yang berjasa dalam sejarah desa adalah Mbah Jotruno dan Mbah Bores. Mbah Jotruno dikenal sebagai pendiri Dusun Tretes, sedangkan Mbah Bores merupakan tokoh pembuka Dusun Sugihan. Keduanya telah membabat hutan pada masa Kerajaan Majapahit dan mendirikan pemukiman yang berkembang menjadi dusun hingga kini.

SIAP PANEN: Petani di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang mengecek tanaman tembakau. (DEWI SAFITRI/RDR.BJN)
SIAP PANEN: Petani di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang mengecek tanaman tembakau. (DEWI SAFITRI/RDR.BJN)

Kini, Desa Kedungsumber juga dikenal dengan beragam potensi lokal. Mayoritas warganya bekerja sebagai petani padi, jagung, dan brambang (bawang merah). Untuk sektor usaha mikro, desa ini memiliki kelompok perempuan (PKK) yang memproduksi kerajinan tas dari plastik anyaman, keripik tempe, dan balungkuwuk. Terdapat juga beberapa home industry di Dusun Sugihan dan Kedungsumber yang mendukung ekonomi masyarakat.

Dari sisi pariwisata, Kedungsumber memiliki destinasi alam seperti kawasan Kedungmau yang dikelola Perhutani, serta Gunung Piling yang berada tak jauh dari balai desa. Selain itu, Desa Kedungsumber juga tercatat sebagai bagian dari wilayah administratif wisata alam Air Terjun Kedung Maor, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Satu potensi warisan alam yang sempat dikenal wisatawan, bahkan tercatat oleh UNESCO pada 2017, adalah air terjun yang berada di kawasan batu besar, dekat makam Mbah Punden. Sayangnya, lokasi tersebut kini tertimbun tanah akibat tanah longsor dan dikenal masyarakat dengan sebutan “Batu Warisan.”

“Air terjun batu besar itu dulu dikenal wisatawan, tapi setelah longsor tertutup tanah. Kami menyebutnya Batu Warisan karena merupakan peninggalan yang belum banyak diketahui,” ujar Sekretaris Desa Kedungsumber, Ria Fitriani.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan sumber daya alam yang dimiliki, Desa Kedungsumber memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi desa wisata sejarah dan budaya, sembari tetap melestarikan warisan leluhur yang ada. (vir-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bawang merah #home industry #hutan belantara #mata air #universitas bojonegoro #Kedung Maor #Petani #dusun #temayang #sejarah #kedung #bojonegoro #Pemukiman #sumber mata air #Potensi #Kedungsumber