BLORA, Radar Bojonegoro - Selain dirayakan warga etnis Tionghoa, perayaan Imlek di Kelenteng Hok Tik Bio Blora juga diramaikan warga sekitar, Selasa malam (28/1). Pertunjukan atraksi liang-liong dan barongsai yang diperankan para pelajar menyedot animo warga. Menambah kehangatan kerukunan antarumat beragama.
’’Tahun ini warga yang datang ramai sekali. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah datang,” ungkap Sekretaris Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hok Tik Bio Blora Bambang Suharto.
Ratusan pasang mata lintas etnis tersebut menyaksikan atraksi demi atraksi yang disuguhkan. Beberapa kali, angpau merah diberikan kepada pemain barongsai. Seni tradisional masyarakat Tionghoa itu dimainkan kelompok SD Kartini dan kelompok Naga Mustika. Diperankan laki-laki dan perempuan, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa.
’’Pertunjukan sengaja berada di halaman kelenteng, agar warga luar bisa ikut menyaksikan,” katanya. Bambang mengungkapkan, pertunjukan liang-liong dan barongsai merupakan simbol masyarakat Tionghoa, sebagai bentuk penolak bala. Masyarakat Tionghoa menganggap barongsai menyingkirkan malapetaka.
Pada perayaan Imlek tahun ini, pengurus Kelenteng Hok Tik Bio Blora juga menyuguhkan kuliner soto yang disantap bersama di area kelenteng. Tak lupa, sesaji yang disiapkan berupa buah-buahan, kue keranjang, dan manisan.
Selain pertunjukan atraksi kesenian dan makan bersama, warga keturunan Tionghoa di Blora melakukan sembahyang dan doa bersama yang dilakukan lebih awal. Doa-doa dipanjatkan dan berlangsung penuh khidmat.
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan harapan di tahun mendatang akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. ’’Jadi harapannya, pada Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili tentu semuanya bisa lebih sejahtera,” tandasnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana