BLORA, Radar Bojonegoro – Kirab Budaya menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Blora ke-275 tahun. Kirab yang mengangkat tema Guyub Rukun Nyawiji Gumregah mBangun Blora digelar kemarin (8/12) diikuti oleh 43 kelompok. Terdiri organisasi perangkat daerah (OPD) dan penampilan spesial kelompok barongan Risang Guntur Seto.
Kirab budaya menggambarkan perjalanan Pemerintahan Kabupaten Blora dari masa ke masa dengan menonjolkan budaya dan kearifan lokal. Saat Bupati berjalan dengan rombongan, warga tampak antusias. Saling berebut jabat tangan dengan Bupati dan Forkopimda Blora. Ribuan gawai milik penonton tak lepas dari genggaman tangan untuk membuat dokumentasi baik foto maupun video. Terlebih adanya aneka tampilan seni seperti barongan dan tari kreasi.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, kirab diikuti semua OPD berjumlah 43. Ditambah dengan satu penampilan spesial dari group barongan Guntur Seto.
‘’Ini merupakan momen yang ditunggu masyarakat setiap Desember. Saya apresiasi kepada semua OPD yang telah mengikuti kegiatan ini," katanya.
Menurutnya, tema kirab kali ini disesuaikan dengan situasi. Bahwa setelah ada pesta demokrasi, dengan adanya perbedaan pilihan saat pemilu dan pilkada harus sudah lebur jadi satu.
‘’Temanya kita ingin menyatu lagi. Guyub Rukun Nyawiji Gumregah mBangun Blora," paparnya.
Ketua DPRD Blora Mustopa menyebut meski sempat mendung kirab kali ini berjalan lancar. Para penampilan peserta pun dinilai bagus-bagus. ‘’Sempat mendung tapi Alhamdulillah tidak hujan. Alhamdulillah semua OPD juga sesarengan semangat mengikuti kirab. Semua ini dipersembahkan untuk masyarakat Blora," tambahnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana