Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Lamongan Yeni mengatakan, besaran tarif sudah dibahas. Namun, belum diberlakukan karena harus melalui pengkajian, agar tidak memberatkan pengunjung.
Sebab, diakuinya, bianglala ini menjadi alternatif hiburan bagi warga Lamongan. Menurut Yeni, dinas fokus melakukan pemeliharaan karena kunjungan alun-alun ketika libur akhir pekan sangat tinggi.
‘’Kita fokus perbaikan dan pemeliharaan, teknis akan menyesuaikan,’’ tutur Yeni kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (24/7).
Di sisi lain, pihaknya masih fokus pemeliharaan untuk kenyamanan pengunjung. Salah satunya dengan memaksimalkan fasilitas yang ada. Seperti memperbarui cat wahana permainan, menambah CCTV, dan memperbaiki air mancur.
Untuk penghijauan, Yeni mengaku dilakukan penambahan secara bertahap. Karena masih musim kemarau, sehingga untuk penanaman juga tidak terlalu efektif.
‘’Sekarang masih perubahan musim, jadi tidak bisa langsung tanam dalam jumlah banyak dikhawatirkan tidak tumbuh,’’ terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto