Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal membenarkan, laga melawan Persebaya memang tertutup. Sehingga, tidak diinformasikan sebelumnya. Namun, latihan bersama ini penting, agar pemain bisa belajar dari kesalahan.
Dia mengatakan, secara teknis merupakan kewenangan pelatih. Sebab, manajemen berusaha memfasilitasi, agar pemain merasakan atmosfer kompetisi dengan tim Liga 1.
‘’Seharusnya kita sama Persik tanggal 14 Juli, karena tidak dapat izin batal, dan kemarin dengan Persebaya dilakukan tertutup,” ujarnya.
Asisten Pelatih Persela Ragil Sudirman mengakui latihan bersama bisa menjadi pembelajaran berharga untuk tim. Sehingga, ke depan seluruh pemain bisa belajar dari kesalahan sebelumnya.
Seperti yang terjadi kemarin, kiper melakukan pelanggaran di luar kotak pinalti. Sehingga harus diganjar kartu merah. Akibatnya itu merugikan pemain dan tim. Itu yang harus menjadi pelajaran dan evaluasi.
‘’Kalau secara khusus langsung head coach, tapi latihan bersama kemarin sangat berharga untuk tim,” ucapnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto