RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Nyamuk sering kali tampak lebih suka menggigit seseorang dibandingkan orang lain. Meski berada di tempat yang sama, ada orang yang menjadi “sasaran empuk” nyamuk, sementara lainnya hampir tidak tersentuh. Lantas, benarkah golongan darah berpengaruh terhadap ketertarikan nyamuk ?
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara golongan darah dan kecenderungan nyamuk untuk hinggap pada manusia. Salah satu golongan darah yang disebut lebih menarik bagi nyamuk adalah golongan darah O.
Golongan Darah O Disebut Paling Menarik bagi Nyamuk
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology pada 2004 menguji preferensi hinggap nyamuk Aedes albopictus terhadap 64 orang dengan golongan darah berbeda.
Baca Juga: Sering Pusing karena Darah Rendah? Konsumsi 10 Makanan Ini untuk Bantu Tingkatkan Hemoglobin
Hasil penelitian menunjukkan urutan rata-rata preferensi hinggap nyamuk adalah golongan darah O, B, AB, kemudian A. Namun, secara statistik, perbedaan yang signifikan dalam penelitian tersebut terutama ditemukan antara golongan darah O dan A.
Dalam penelitian itu, rata-rata persentase relatif nyamuk yang hinggap pada kelompok golongan darah O mencapai 78,5 persen. Sementara itu, golongan darah A mencatat angka 45,3 persen.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti semua pemilik golongan darah O pasti lebih sering digigit nyamuk.
Bukan Hanya Golongan Darah
Ketertarikan nyamuk terhadap manusia dipengaruhi oleh banyak faktor. Bau tubuh, kondisi kulit, suhu tubuh, keringat, hingga senyawa yang dihasilkan tubuh dapat berperan dalam membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk.
Karena itu, seseorang dengan golongan darah selain O tetap bisa menjadi sasaran utama nyamuk. Bahkan, penelitian mengenai golongan darah tersebut menyebut bahwa pengaruh sistem ABO terhadap preferensi nyamuk belum sepenuhnya dapat dijelaskan dan mungkin terdapat faktor lain yang ikut berperan.
Mengapa Nyamuk Menggigit Manusia?
Nyamuk betina membutuhkan darah sebagai sumber nutrisi untuk mendukung proses perkembangan telur. Ketika mencari inang, nyamuk menggunakan berbagai petunjuk dari tubuh manusia.
Itulah sebabnya ada orang yang tampak lebih sering dikerubungi nyamuk. Kondisi tubuh dan karakteristik kimia pada kulit dapat membuat daya tarik setiap orang berbeda.
Cara Mengurangi Risiko Digigit Nyamuk
Untuk mengurangi gigitan nyamuk, masyarakat dapat menggunakan obat antinyamuk atau repelan, mengenakan pakaian yang lebih tertutup, serta menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Genangan air juga perlu dibersihkan secara rutin karena dapat menjadi lokasi nyamuk berkembang biak. Penggunaan kelambu saat tidur juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
Kesimpulannya, golongan darah O dalam sebuah studi menunjukkan kecenderungan lebih menarik bagi nyamuk Aedes albopictus, khususnya jika dibandingkan dengan golongan darah A. Namun, golongan darah bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang akan lebih sering digigit nyamuk. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko