Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jangan Abaikan! Kenali Gejala Stroke Sejak Dini dengan Metode FAST

Farhan Reza Ardiansyah • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:11 WIB
Pecah Pembuluh Darah (PINTEREST/FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
Pecah Pembuluh Darah (PINTEREST/FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Stroke tetap menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Penyakit yang menyerang pembuluh darah di otak ini sering kali datang secara mendadak tanpa peringatan.

Oleh karena itu, mengenali gejala awal stroke secara cepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan permanen.

Medis mengenal istilah "Time is Brain" (Waktu adalah Otak). Setiap menit yang terbuang saat seseorang mengalami serangan stroke berarti jutaan sel otak mati akibat kekurangan oksigen.

Untuk mempermudah masyarakat awam mengenali gejalanya, dunia kesehatan internasional mengampanyekan metode FAST.

Baca Juga: Waspada! 5 Penyakit yang Mengintai di Balik Romantisnya Musim Hujan

Berikut adalah panduan mendeteksi gejala stroke menggunakan metode FAST yang wajib Anda ketahui:

1. F - Face Drooping (Wajah Terkulai)

Gejala yang paling mudah terlihat adalah perubahan pada wajah. Mintalah orang yang dicurigai terkena stroke untuk tersenyum.

Perhatikan apakah salah satu sisi wajahnya terlihat turun, terkulai, atau tidak simetris. Pada banyak kasus, sudut mulut salah satu sisi tidak dapat terangkat dan mata terlihat agak sayu.

2. A - Arm Weakness (Kelemahan Lengan)

Stroke sering kali menyerang saraf motorik secara sepihak (satu sisi tubuh). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua lengannya secara bersamaan.

Jika salah satu lengan tampak lemah, lunglai, atau bahkan tidak bisa diangkat sama sekali, ini merupakan indikasi kuat terjadinya gangguan di otak.

Gejala ini juga bisa disertai dengan rasa baal atau kesemutan parah pada satu sisi tubuh (termasuk kaki).

3. S - Speech Difficulty (Kesulitan Berbicara)

Kerusakan sel otak akibat stroke dapat mengganggu pusat bahasa. Ciri-cirinya adalah suara terdengar tidak jelas (cedal/cadel), berbicara melantur, atau kesulitan memahami perkataan orang lain.

Untuk mengujinya, mintalah mereka mengucapkan satu kalimat sederhana. Jika mereka kesulitan mengulanginya dengan benar, Anda harus waspada.

Baca Juga: Sering Pusing karena Darah Rendah? Konsumsi 10 Makanan Ini untuk Bantu Tingkatkan Hemoglobin

4. T - Time to Call Emergency (Waktu untuk Bertindak)

Jika Anda menemukan salah satu saja dari gejala F-A-S di atas, jangan menunggu sampai gejalanya parah atau berharap gejala tersebut hilang dengan sendirinya. Segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas unit stroke atau panggil layanan ambulans gawat darurat.

Golden Period (Periode Emas) Stroke:

Penanganan stroke paling efektif dilakukan dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. Penanganan medis yang cepat di rumah sakit dalam periode emas ini dapat menghancurkan sumbatan pembuluh darah otak dan meminimalkan risiko kerusakan otak jangka panjang.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Terlalu Sering Makan Mi Instan Menyebabkan Usus Mengkerut

Gejala Tambahan yang Perlu Diwaspadai

Selain metode FAST, beberapa gejala lain yang muncul tiba-tiba juga bisa menjadi tanda serangan stroke:

Ingatlah bahwa stroke tidak hanya menyerang lansia. Gaya hidup modern membuat usia produktif kini juga rentan terkena serangan. Mengenali gejala stroke sejak dini adalah langkah awal terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang tercinta di sekitar Anda. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
GEJALA STROKE penanganan stroke gangguan pengelihatan stroke sakit kepala