RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Stroke tetap menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.
Penyakit yang menyerang pembuluh darah di otak ini sering kali datang secara mendadak tanpa peringatan.
Oleh karena itu, mengenali gejala awal stroke secara cepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan permanen.
Medis mengenal istilah "Time is Brain" (Waktu adalah Otak). Setiap menit yang terbuang saat seseorang mengalami serangan stroke berarti jutaan sel otak mati akibat kekurangan oksigen.
Untuk mempermudah masyarakat awam mengenali gejalanya, dunia kesehatan internasional mengampanyekan metode FAST.
Baca Juga: Waspada! 5 Penyakit yang Mengintai di Balik Romantisnya Musim Hujan
Berikut adalah panduan mendeteksi gejala stroke menggunakan metode FAST yang wajib Anda ketahui:
1. F - Face Drooping (Wajah Terkulai)
Gejala yang paling mudah terlihat adalah perubahan pada wajah. Mintalah orang yang dicurigai terkena stroke untuk tersenyum.
Perhatikan apakah salah satu sisi wajahnya terlihat turun, terkulai, atau tidak simetris. Pada banyak kasus, sudut mulut salah satu sisi tidak dapat terangkat dan mata terlihat agak sayu.
2. A - Arm Weakness (Kelemahan Lengan)
Stroke sering kali menyerang saraf motorik secara sepihak (satu sisi tubuh). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua lengannya secara bersamaan.
Jika salah satu lengan tampak lemah, lunglai, atau bahkan tidak bisa diangkat sama sekali, ini merupakan indikasi kuat terjadinya gangguan di otak.
Gejala ini juga bisa disertai dengan rasa baal atau kesemutan parah pada satu sisi tubuh (termasuk kaki).
3. S - Speech Difficulty (Kesulitan Berbicara)
Kerusakan sel otak akibat stroke dapat mengganggu pusat bahasa. Ciri-cirinya adalah suara terdengar tidak jelas (cedal/cadel), berbicara melantur, atau kesulitan memahami perkataan orang lain.
Untuk mengujinya, mintalah mereka mengucapkan satu kalimat sederhana. Jika mereka kesulitan mengulanginya dengan benar, Anda harus waspada.
Baca Juga: Sering Pusing karena Darah Rendah? Konsumsi 10 Makanan Ini untuk Bantu Tingkatkan Hemoglobin
4. T - Time to Call Emergency (Waktu untuk Bertindak)
Jika Anda menemukan salah satu saja dari gejala F-A-S di atas, jangan menunggu sampai gejalanya parah atau berharap gejala tersebut hilang dengan sendirinya. Segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas unit stroke atau panggil layanan ambulans gawat darurat.
Golden Period (Periode Emas) Stroke:
Penanganan stroke paling efektif dilakukan dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. Penanganan medis yang cepat di rumah sakit dalam periode emas ini dapat menghancurkan sumbatan pembuluh darah otak dan meminimalkan risiko kerusakan otak jangka panjang.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Terlalu Sering Makan Mi Instan Menyebabkan Usus Mengkerut
Gejala Tambahan yang Perlu Diwaspadai
Selain metode FAST, beberapa gejala lain yang muncul tiba-tiba juga bisa menjadi tanda serangan stroke:
- Sakit kepala hebat yang muncul mendadak tanpa penyebab yang jelas.
- Gangguan penglihatan secara tiba-tiba pada salah satu atau kedua mata (pandangan kabur atau ganda).
- Kehilangan keseimbangan, pusing berputar (vertigo parah), atau kesulitan berjalan secara mendadak.
Ingatlah bahwa stroke tidak hanya menyerang lansia. Gaya hidup modern membuat usia produktif kini juga rentan terkena serangan. Mengenali gejala stroke sejak dini adalah langkah awal terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang tercinta di sekitar Anda. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko