RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Blora mengalokasikan sekitar Rp 31 miliar, untuk membiayai kepesertaan 60 ribu penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Namun anggaran tersebut belum terserap maksimal, yakni realisasi kepesertaan masih sekitar 60 persen.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Blora Mulyanto membenarkan, hingga bulan ini serapan kepesertaan yang dibiayai APBD mencapai 60 persen. Artinya, masih tersedia kuota sekitar 3.301 peserta.
‘’Kami terus mendorong agar masyarakat yang kepesertaannya non-aktif bisa kembali aktif dan terkaver BPJS,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora Edi Widayat mengaklaim, kuota yang belum digunakan sengaja dipertahankan, untuk mengantisipasi munculnya peserta baru. Salah satunya bayi yang lahir sepanjang tahun.
Baca Juga: Dinkes Blora Temukan ODHA Kota Sate Didominasi Penderita Usia Produktif
‘’Kami memperkirakan ada sekitar 10 ribu kelahiran di Blora selama setahun. Bayi yang lahir dengan keadaan keluarga kurang mampu dipastikan tetap bisa mendapatkan jaminan kesehatan,’’ katanya.
Tak hanya itu, cadangan kuota juga dipersiapkan jika sewaktu-waktu ada masyarakat yang menderita penyakit kronis atau membutuhkan penanganan medis dengan biaya besar.
‘’Karena itu sekitar 30 persen alokasi kepesertaan memang kami sisakan untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut,’’ terang Edi.
Dengan skema tersebut, warga yang memenuhi syarat tetap dapat langsung didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan, tanpa harus menunggu perubahan anggaran di tengah tahun. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko