Oleh:
DR. Ns. Sudalhar, M.Kep.
Ketua Stikes Maboro sekaligus Pengurus ICMI Orda Bojonegoro
Perubahan dari musim penghujan ke musim kemarau sering membuat tubuh mengalami “stress dan perlu segera adaptasi”. Suhu siang lebih panas, malam bisa tetap dingin, kelembapan berubah, debu meningkat, dan daya tahan tubuh mudah turun. Pada masa transisi ini, penyakit seperti flu, batuk, diare, demam berdarah, alergi, ISPA, hingga dehidrasi lebih sering muncul.
Berikut tips kesehatan yang paling penting dan efektif:
1. Jaga Daya Tahan Tubuh
Sistem imun adalah pertahanan utama saat cuaca tidak menentu.
Yang perlu dilakukan:
- Tidur cukup 7–8 jam, Kurangi begadang.
- Konsumsi makanan tinggi protein:
Telur. Ikan, tempe, ayam, kacang-kacangan - Perbanyak buah kaya vitamin C: jeruk, jambu biji, papaya, kiwi, bisa dilengakapi antioksidan misalnya susu segar, tomat, kacang dan wortel
2. Perbanyak Minum Air
Saat mulai masuk musim kemarau, tubuh lebih mudah kehilangan cairan tanpa terasa.
Waspada tanda awal dehidrasi antara lain: bibir kering, cepat Lelah, pusing, urine kuning pekat.
Anjuran: Minum air minimal 2 liter atau 8 gelas air tiap hari, tambahkan minum air, jika sering di luar ruangan saat suhu terik atau banyak berkeringat dan hindari banyak kopi dan minuman manis,
3. Waspadai Penyakit Pernapasan
Udara mulai lebih kering dan berdebu sehingga risiko: batuk, pilek, asma kambuh, radang tenggorokan, alergi.
Tips: gunakan masker saat berkendara atau banyak debu, jangan terlalu sering terkena AC dingin ekstrem, bersihkan kipas dan AC secara rutin, mandi setelah bepergian
4. Cegah Demam Berdarah
Walaupun hujan mulai berkurang, genangan sisa hujan masih menjadi tempat berkembang nyamuk.
Lakukan 3M: menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas.
Pencegahan Tambahan: gunakan lotion anti nyamuk, atau gunakan aroma terapi pengusir nyamuk seperti aroma daun sere, bunga lavender, pelihara ikan cupang pemakan jentik nyamuk, gunakan abate, atau biolarvasida menggunakan ekstrak daun mimba di bak penampung air mandi. Guankan kelambu atau jebakan nyamuk. Jangan menggantung pakaian kotor bisa menjadi sarang nyamuk.
5. Atur Pola Makan Sesuai Cuaca
Saat cuaca panas: kurangi gorengan berlebihan, kurangi makanan terlalu pedas, perbanyak sayur dan buah berair,
Contoh yang baik: semangka, timun, melon, sup hangat, dan air kelapa,
6. Tetap Olahraga, Tapi Perhatikan Waktu
Olahraga terbaik saat pancaroba: pagi sebelum jam 9, dan sore setelah jam 4.
Hindari: olahraga berat saat Terik, langsung mandi dingin setelah tubuh sangat panas
7. Jaga Kebersihan Makanan
Perubahan suhu membuat makanan lebih cepat basi dan bakteri lebih mudah berkembang.
Perhatikan: jangan menyimpan lauk terlalu lama di suhu ruang, cuci tangan sebelum makan. Dan hindari jajanan yang tidak higienis.
8. Perhatikan Kelompok Rentan
Yang paling mudah sakit saat pergantian musim: anak-anak, lansia, penderita diabetes, penderita hipertensi, dan penderita asma. Mereka perlu: nutrisi lebih baik, kontrol kesehatan rutin, dan vaksinasi sesuai anjuran.
9. Perbanyak Doa dan Kelola Stress.
Perubahan cuaca juga memengaruhi hormon dan kualitas tidur. Jaga stabilitas tubuh dengan: ibadah dan relaksasi, jalan pagi,cukup sinar matahari pagi, kurangi overthinking dan kelelahan.
10. Segera Periksa Jika Ada Gejala Bahaya
Segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami: demam tinggi >3 hari, sesak napas, muntah terus, diare berat, lemas berat, nyeri dada, dan tanda dehidrasi.
Prinsip Utama Menghadapi Musim Pancaroba dengan: cukup tidur, cukup cairan, cukup nutrisi, cukup gerak, dan cukup tenang, akan jauh lebih kuat menghadapi perubahan musim dibanding hanya mengandalkan obat atau suplemen.
Agar lebih mudah dipraktikkan, berikut pola sederhana harian:
- Pagi: air putih + sinar matahari + sarapan protein,
- Siang: cukup minum dan hindari panas berlebihan.
- Sore: olahraga ringan,
- Malam: makan tidak terlalu berat + tidur cukup.
Semakin disiplin pola hidup, semakin kecil risiko sakit saat pergantian musim. Semoga Sehat, Bahagia dan Sejahtera Selalu. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana