Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jangan Lupa Jaga Kesehatan! Covid Varian Stratus XFG Mulai Menyebar, Kenali Tanda-Tandanya

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:25 WIB
CEGAH COVID: Vaksin saat ditata petugas kesehatan. Vaksinasi booster kedua masih menyasar nakes. (Dokumentasi RDR.BJN)
CEGAH COVID: Vaksin saat ditata petugas kesehatan. Vaksinasi booster kedua masih menyasar nakes. (Dokumentasi RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dalam waktu dua bulan belakangan, kasus penyebaran Coronavirus (Covid) galur Stratus XFG mulai menyebar, termasuk di Indonesia. Meskipun memiliki risiko rendah, penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejala dan penanganannya.

Menurut laporan pengawasan kasus influenza dan Covid-19 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Sabtu (9/8), ada 14 kasus positif Covid di Indonesia dari 194 pemeriksaan sepanjang awal Agustus, atau kurang lebih 7,22 persen. Per Juni, varian yang diderita pasien adalah galur XFG.

Selain itu, jumlah penderita juga turun empat persen, dari akhir Juli yang memiliki jumlah penderita sebanyak 11 persen. Jika dihitung dari Januari, hanya ada 2,48 persen kasus Covid yang positif terjadi, yakni 334 kasus dari 13.395 dugaan yang mayoritas terjadi di DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakart .

Meskipun demikian, Kemenkes mengamati bahwa galur Stratus XFG menjadi galur Covid dengan persebaran paling cepat di dunia saat ini. “XFG menjadi varian nomor 1 dalam hal persebaran, dimana per 13 Juni sudah terdeteksi di 130 negara, mayoritas di Eropa dan Asia,” bunyi keterangan Kemenkes.

Meskipun demikian, varian ini masuk ke dalam galur risiko rendah. Sehingga masyarakat tidak perlu panik selayaknya era pandemi lalu, namun dihimbau tetap menjaga kesehatan, terutama jika berpergian ke luar negeri.

Dalam laporan serupa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut galur Stratus XFG tidak menjadi ancaman kesehatan masyarakat, namun saat ini masuk dalam status pengawasan. Per Juni lalu, 22,7 persen kasus Covid di 38 negara disebabkan oleh varian ini.

Berdasarkan penelitian WHO, galur Stratus XFG termasuk turunan dari varian Omicron, berasal dari rekombinasi galur LF.7 dan LP.8.1.2. Galur ini pertama kali ditemukan pada Januari lalu, namun mengalami peningkatan dan percepatan persebaran sejak Mei dan Juni.

“Meskipun galur XFG menyebar secara cepat, galur XFG hanya menunjukkan kekebalan sedikit lebih baik ketimbang galur LP.8.1., dan belum ada laporan pasti yang menunjukknan bahwa varian ini memiliki dampak kesehatan signifikan,” bunyi laporan WHO.

Saat ini Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus Covid Stratus XFG terbanyak, yakni sebesar 14 persen. Menurut Pusat Penelitian Penyakit Menular AS (CDC), gejala-gejala penderita Covid Stratus XFG serupa dengan galur Covid lain, serta influenza pada umumnya.

Gejala-gejala tersebut yakni:

Baik Kemenkes, WHO maupun CDC sama-sama menyarankan pencegahan serupa dengan era pandemi, yakni melalui baksinasi atau imunisasi, pemakaian masker, cuci tangan, menjaga kesehatan secara umum, serta isolasi mandiri atau mempir ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala di atas.

Kemenkes juga menekankan kewaspadaan varian Stratus XFG bagi lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit komorbid. “Meskipun kenaikan dan penurunan kasus Covid tidak terlalu signifikan, kondisi ini tetap perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkas laporan Kemenkes. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #kemenkes #Gejala Covid #indonesia #XFG #gejala #who #coronavirus #kesehatan #Stratus #covid #covid-19 #kementerian kesehatan #positif covid