LAMONGAN, Radar Lamongan - Mata sering lelah (astenopia) bisa disebabkan melihat jarak dekat. Seperti membaca, melihat HP, melihat komputer dalam waktu lama, sehingga otot siliar terus menerus berkontraksi. Ini menyebabkan kelelahan otot.
Selain itu, mata lelah juga disebabkan gangguan refraksi yang tidak tertangani dengan baik. Misalnya, tidak menggunakan kacamata atau ukuran kacamata tidak sesuai.
Selama puasa, sebagian umat muslim lebih banyak menghabiskan waktu untuk tadarus, membaca Alquran. Akibatnya, mata bisa terasa berat.
Berapa jam idealnya mata digunakan untuk membaca? Idealnya seseorang perlu mengistirahatkan mata setiap 20 menit membaca. Metode 20-20-20 bisa diterapkan. Artinya, setelah 20 menit membaca, diistirahatkan matanya dengan cara melihat jauh, sekitar 20 kaki, selama minimal 20 detik. Setelah mata diistirahatkan dan terasa lebih rileks, maka bisa dilanjutkan membaca lagi.
Bagaimana agar mata tetap sehat dan mengurangi risiko kelelahan? Metode 20-20-20 itu bisa diterapkan saat membaca. Kemudian, gunakan kacamata sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Umumnya, orang berusia 40 tahun lebih sudah membutuhkan kacamata baca untuk membaca.
Jika saat membaca merasa pandangan kabur, nyeri di sekitar mata, dan sakit kepala, maka segera periksa ke dokter mata. Bisa jadi, itu tanda membutuhkan kacamata untuk membaca.
Apalagi, sering membaca dengan HP. Hal itu dapat menyebabkan mata lelah (astenopia) karena melihat dekat dalam waktu lama. Faktor lain seperti resolusi gambar yang kurang baik, refresh rate yang rendah, tulisan yang sulit dibaca, juga bisa menyebabkan mata mudah lelah.
Selain itu, sejumlah penelitian menyebut sinar biru yang terdapat pada layar HP bisa menyebabkan kerusakan retina terutama pada dosis di atas ambang batas.
Makanan apa saja yang disarankan untuk menjaga kesehatan mata? Secara umum, menjaga kesehatan mata dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memiliki kandungan yang cukup untuk mata. Seperti, memenuhi kebutuhan akan vitamin A (wortel, bayam), antioksidan (jeruk, stroberi, brokoli), lutein (bayam, wortel, jagung), dan omega 3 (sarden, tuna, salmon). (rka)
Editor : Hakam Alghivari