Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Turki dan Arab Saudi Dukung Rencana Perancis Akui Kedaulatan Palestina, Australia Masih Pikir-Pikir

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 28 Juli 2025 | 03:40 WIB
(Dok. AP)
(Dok. AP)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berbagai negara mulai menunjukkan pendapat mereka terhadap rencana Perancis untuk mengakui kedaulatan Palestina pada rapat majelis PBB September mendatang. Setelah Kanada dan Indonesia, giliran Turki dan Arab Saudi yang turut menyatakan dukungan mereka.

Sebelumnya, Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengungkapkan rencana tersebut dalam media sosial pribadinya. “Sebagaimana komitmen Perancis untuk turut menjaga perdamaian di Timur Tengah, saya putuskan Perancis akan mengakui kedaulatan Palestina. Selain itu kami akan menjamin demiliterisasi Hamas dan mengamankan serta membangun kembali Jalur Gaza,” ujarnya pada Jumat (25/7).

Sama seperti Indonesia, Arab Saudi menyatakan dukungan terhadap keputusan tersebut melalui Kementerian Luar Negeri mereka. “Pihak kerajaan Arab Saudi mendukung keputusan bersejarah ini, yang sejalan dengan dukungan internasional  agar Palestina dapat membentuk negara merdeka,” ujar rilis resmi kementerian sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menunjukkan dukungan secara langsung dengan percakapan telepon dengan Macron. “Presiden Erdogan mengucapkan selamat kepada Presiden Macron dalam keputusannya mendukung kedaulatan Palestina. Presiden Erdogan juga sepakat untuk mendukung solusi dua negara,” sebut rilis Kementerian Sekretariat Negara Turki sebagaimana dikutip dari Al-Arabiya.

Sementara itu, meskipun menyayangkan tindakan Israel membatasi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengaku tidak ingin grusa-grusu dalam mengambil keputusan terkait dukungan terhadap Palestina.

Albanese sendiri menjelaskan, masalahnya bukan pada mau atau tidak, berhubung dirinya memang dikenal sebagai pendukung Palestina. Pandangannya, keutamaan dalam pengakuan Australia terhadap kedaulatan Palestina terletak pada waktu untuk mengumumkan kedaulatan tersebut, sehingga tindakan Australia dapat dipandang sebagai dukungan tulus dan tidak sekedar omong.

“Apa harus sekarang? Apakah kita serta-merta menyatakan dukungan? Saya rasa tidak untuk saat ini,” ujar Albanese kepada awak media nasional setempat, sebagaimana dikutip dari Sydney Morning Herald.

Selain itu Albanese juga ingin memastikan demiliterisasi Hamas lebih dulu dilakukan sebelum Australia mau melakukan pengakuan kedaulatan. Di samping itu, Albanese juga mendorong dilakukannya pemilihan umum untuk membentuk susunan pemerintahan negara Palestina.

“Bagaimana nanti cara untuk mengecualikan Hamas dalam keterlibatan sistem pemerintahan mereka? Bagaimana cara kita nanti untuk memastikan negara Palestina dapat berdiri tanpa mengancam Israel? Makanya kami tidak ingin sekedar mengambil keputusan sebagai keputusan saja, namun sebagai langkah maju jika semua persyaratan terpenuhi,” jelas Albanese.

Tidak hanya Albanese, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer juga masih belum mengambil sikap terhadap kedaulatan Palestina, meskipun telah mengutuk tindakan pembatasan bantuan kemanusiaan oleh Israel. Menurut BBC, 221 anggota Parlemen Inggris Raya telah mendesak Keir untuk segera mengakui kedaulatan Palestina. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Australia #jalur gaza #arab saudi #kedaulatan Palestina #emmanuel macron #perdana menteri #presiden turki #Negara Palestina #pbb #palestina #Presiden Perancis #recep tayyip erdogan #hamas #perancis #turki #erdogan #Anthony Albanese