RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kurang lebih sebulan setelah insiden kecelakaan udara Air India AI-171 di Ahmedabad, India, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India menemukan dugaan penyebab awal kecelakaan tersebut. Temuan tersebut dirilis dalam laporan awal mereka pada Sabtu sore (12/7).
Laporan tersebut menyebutkan AAIB berhasil mengambil data kecelakaan pada 24 Juni lalu, namun hanya alat perekam penerbangan bagian depan pesawat yang dapat diambil diatanya. Sementara perekam di bagian belakang pesawat turut rusak dalam kecelakaan.
Sebelum lepas landas, kru pilot yang sebelumnya menerbangkan pesawat Boeing 787 milik Air India tersebut melaporkan kerusakan pada bagian sensor sayap belakang pesawat. Namun mekanik maskapai tersebut telah memperbaiki sensor sehingga dinyatakan laik jalan sebelum berangkat dari Bandara Sardar Patel di Ahmedabad.
Kemudian pesawat berhasil lepas landas dengan kecepatan yang cukup, yakni 180 knot. Namun sesaat kemudian, tombol saluran bensin untuk kedua mesin pesawat berubah posisi dari menyala (RUN) menjadi mati (CUTOFF), sehingga memutus suplai avtur untuk mesin pesawat dan mengaktifkan saluran udara mesin.
“Saluran bensin untuk Mesin 1 (kiri) dan Mesin 2 (kanan) berubah posisi dari RUN ke CUTOFF dalam jangka waktu 1 detik. Sehingga menyebabkan kecepatan lepas landas berkurang karena mesin tidak memiliki suplai avtur,” bunyi laporan tersebut.
Hasil rekaman kokpit pesawat menunjukkan saluran bensin tidak dimatikan secara sengaja. Bahkan kedua pilot sempat bingung, dan mengaku tidak mematikan saluran bensin kepada satu sama lain.
“Dalam rekaman kokpit, salah satu pilot bertanya kenapa dia mematikan saluran bensin, sementara pilot yang lain menjawab dia tidak melakukan hal tersebut,” lanjut isi laporan.
16 detik kemudian, saluran bensin tiba-tiba kembali menyala untuk kedua mesin tersebut. Namun mesin kanan tidak segera menyala kembali. Sekitar 10 detik kemudian, pilot menyerukan darurat sebelum pesawat jatuh ke pemukiman.
Kecelakaan tersebut menyebabkan 241 penumpang pesawat meninggal dunia, dan hanya satu penumpang selamat. Selain itu 19 warga di kawasan pemukiman juga meninggal dunia.
AAIB menyatakan investigasi masih berlanjut untuk menemukan penyebab pasti jatuhnya pesawat Air India tersebut, termasuk mengapa saluran bensin tiba-tiba mati. Sehingga AAIB belum memiliki rekomendasi untuk Air India, Boeing maupun General Electric selaku pabrikan mesin. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana