RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendiri dan CEO perusahaan mesia sosial Telegram, Pavel Durov menyampaikan niatnya untuk memberi warisan kepada anak-anaknya tiga dekade ke depan. Menariknya, Pavel juga mengklaim secara teknis punya 100 anak yang harus dinafkahi.
Niatan tersebut disampaikan Pavel kepada majalah asal Perancis, Le Point. Di samping membahas kedudukannya sebagai pemrakarsa platform media sosial dan tuduhan kriminal yang dilayangkan kepadanya, Pavel juga membahas mengenai keluarganya, yang terpisah agak jauh sejak Pavel memutuskan tinggal di Dubai.
“Baru-baru ini saya menulis wasiat, saya memutuskan anak-anak saya tidak boleh dapat warisan hingga 30 tahun setelah saya menulis wasiat. Saya ingin anak-anak saya hidup seperti masyarakat pada umumnya, tumbuh dan berkembang secara mandiri tanpa bergantung pada harta,” jelasnya.
Yang menarik, Pavel juga mengaku pernah melakukan donor sperma secara diam-diam. Pavel sendiri juga memiliki enam anak hasil pernikahan sejumlah tiga kali, dan salah satu dari mereka belum genap berusia setahun.
“Klinik tempat saya melakukan donor sperma untuk menolong kawan saya 15 tahun lalu berkabar kepada saya, bahwa lebih dari 100 bayi telah lahir dari donor saya di 12 negara berbeda,” terang Pavel.
Pavel juga menyatakan tidak membeda-bedakan anak-anak mereka tersebut, baik anak kandung maupun anak hasil donor sperma.
“Semuanya anak-anak saya dan berhak atas perlakuan yang sama, saya tidak ingin anak-anak saya saling bersitegang setelah saya meninggal,” jelas pria yang dulu juga mendirikan media sosial VKontakte (VK) tersebut.
Di luar pembagian warisan, Pavel berpandangan sudah waktunya dirinya membuat wasiat, berkaca pada pemerintah negara-negara yang terus mengejarnya.
“Melindungi kebebasan bersuara menarik banyak musuh, termasuk pemerintahan, sehingga tidak hanya melindungi anak-anak saya, saya juga ingin Telegram tetap terlindungi dan sesuai dengan prinsip pribadi saya,” paparnya.
Menurut BBC, Pavel diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD 13,9 miliar, atau kurang lebih Rp 227 triliun. Sehingga jika klaim Pavel benar adanya dan warisan dipenuhi sebagaimana tertulis, setiap anak bakal menerima warisan setidaknya Rp 2,27 triliun pada 2055 mendatang.
Saat ini Telegram telah digunakan oleh lebih dari seluruh 1 miliar pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun Telegram juga lekat dengan reputasi sebagai tempat berjalannya aktivitas kriminal, sehingga Pavel sempat berurusan dengan aparatur di Rusia dan Perancis.
“Aneh memang, hanya karena penjahat menggunakan aplikasi saya bukan berarti pengembang yang saya pekerjakan juga penjahat. Tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa saya bersalah,” ujar Pavel mengomentari tuduhan tindak kejahatan yang dilayangkan oleh aparat penegak hukum Perancis. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana