Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Los Angeles Raya Membara, 11 Warga Tewas dan 180.000 KK Mengungsi

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 12 Januari 2025 | 04:04 WIB
(Dok. AP Photo/Sky News)
(Dok. AP Photo/Sky News)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Selama hampir seminggu, warga di area Los Angeles Raya, Amerika Serikat terpaksa mengungsi dari daerah yang terkenal dengan pantai yang luas, puluhan tim olahraga dan industri hiburan tersebut. Kebakaran hebat yang terjadi di beberapa titik, termasuk di dekat jantung kota Los Angeles masih belum padam hingga akhir pekan ini (11/1).

Menurut laporan Departemen Kehutanan dan Kebakaran Negara Bagian California (Cal Fire), kebakaran terbesar terjadi di distrik Palisade, dengan lebih dari 8.700 hektare pemukiman warga habis terbakar, serta di Lembah Eaton, kota Pasadena, dengan 5.700 hektare area permukiman terdampak. Kebakaran sekala kecil dan menengah juga terjadi di utara dan barat Los Angeles Raya.

Cal Fire menyatakan penyebab kebakaran tersebut masih diselidiki secara mendalam karena masih berlangsung, namun beberapa peneliti di area California meyakini keadaan geografis negara bagian tersebut menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Selain itu, perubahan iklim yang cepat juga diyakini mempercepat reaksi kebakaran.

“(Di California) vegetasi setempat terkenal sangat kering, ditambah pula dengan angin kencang seperti angin Santa Ana yang saat ini sedang menerjang. Sehingga resiko kebakaran sangat tinggi, serta mudah menyebar,” jelas salah satu asisten profesor Universitas Negeri San Francisco, Luca Carmignani kepada media setempat.

Menurut keterangan dari Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS), angin Santa Ana bertiup dari gurun pasir di area California menuju daerah pesisir tempat Los Angeles Raya berada setiap musim gugur dan musim dingin. Angin turun melalui pegunungan Santa Ana, sehingga saat turun ke pantai suhu udara turut naik.

“Kelembapan daerah setempat yang rendah turut menyebabkan tanaman sekitar yang sebelumnya tumbuh subur di musim dingin mengering, sehingga mempercepat dan memperluas kebakaran,” tambah peneliti dari perusahaan AccuWeather, Heather Zehr. “Di sini (Los Angeles) juga sudah tidak hujan selama ratusan hari, dan perubahan iklim turut mengubah pola curah hujan sehingga menyebabkan kekeringan,” ujar ahli kebakaran hutan Universitas California, Max Moritz.

Baik NWS maupun Cal Fire telah mengeluarkan perintah kepada masyarakat setempat untuk mengungsi.Kepolisian Los Angeles Raya juga telah mengeluarkan larangan menerbangkan drone demi kelancaran tugas pemadam kebakaran. Menurut data Cal Fire, sekitar 180.000 KK dan lebih dari 10.000 bangunan terdampak kebakaran tersebut, dan 11 warga meninggal dunia di tengah proses evakuasi.

Kabar terbaru, potensi api kebakaran diperkirakan bergerak ke arah timur menuju Lembah Mandelville. “Saat ini api berada di area Lembah Mandelville dengan cepat, namun di lokasi tidak banyak angin,” papar anggota Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, Kapten Adam VanGerpen.

Menurut Kapten Adam, api di lebah tersebut menyebar melalui tanaman yang ada di sekitarnya. “Kami telah memanggil sepuluh pesawat pemadam untuk membantu kami,” tambahnya. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #amerika #cuaca #Kebakaran #california #Palisade #lembah #kehutanan #Eaton #iklim #los angeles #san francisco