MENURUT Koordinator Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) Bojonegoro Nafidatul Hima, kasus pembuangan bayi, biasanya dipicu hasil hubungan terlarang.
Namun, tak menutup kemungkinan adanya faktor lain seperti faktor ekonomi, dan kurangnya dukungan dari keluarga. ‘’Karena perempuan hamil lebih sensitif, dan kalau tak ada dukungan dari orang sekitar tentu itu bisa memicu langkah pintas,” ujarnya.
Yulia Eka, Kepala Dusun Ngeluk, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas mengatakan, bahwa sebelum peristiwa tersebut, tidak ada laporan warga yang melihat gerak-gerik orang di sekitar lokasi kejadian.
Terlebih, lokasi pembuangan tersebut berada di area persawahan. ‘’Sejauh ini gak ada laporan seperti itu dari warga, kalau ada pasti sudah cerita kemarin,” ujarnya.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Bayu Adji Sudarmono mengatakan, hasil otopsi bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut telah meninggal sejak dalam kandungan. ‘’Dari hasil otopsi menyatakan bahwa bayi belum pernah menghirup udara,” imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana