RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Keluarga Kamari Ponco Suwit, tentu belum tenang. Karena jemaah haji 2026 ini hingga kemarin (14/7) belum kembali di kampung halaman.
Satu dari dari total 1.741 jemaah haji Bojonegoro tahun ini. Tertinggal di Tanah Suci karena menjalani perawatan sakit stroke. Informasi terbaru, kondisinya sudah membaik, sehingga menunggu jadwal penerbangan kembali ke tanah air.
Kondisi ini tentu berbeda dengan ribuan jemaah lainnya yang sudah kembali ke Tanah Air pada pertengahan Juni lalu.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bojonegoro, Muh. Abdullah Hafith, jemaah haji Bojonegoro tahun ini sejumlah 1.741 jiwa.
Empat jemaah meninggal dunia dan masih ada satu jemaah yang dirawat di Arab Saudi.
‘’Masih ada satu jemaah haji Bojonegoro yang dirawat di Arab Saudi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Berdasar surat keterangan yang dikeluarkan oleh Al-Jedaani Group of Hospitals, Arab Saudi. Jemaah haji asal Bojonegoro atas nama Kamari Ponco Suwit menderita stroke.
Dengan mobilitas atau kemampuan bergerak yang terbatas. Pasien tidak dapat bergerak atau merawat diri sendiri. Dan, perlu dipindahkan menggunakan tempat tidur dengan pendampingan.
Baca Juga: Kloter Terakhir Jemaah Haji Bojonegoro Telah Tiba
Menurut Hafith, kondisi jemaah tersebut saat ini sudah membaik. Tinggal menunggu jadwal pesawat untuk kembali ke Tanah Air. Namun, hingga berita ini ditulis kemarin (14/7), belum ada jadwal kepulangan untuk jemaah Kamari Ponco Suwit.
‘’Sudah membaik, tinggal pulang, nunggu pesawat. Belum ada jadwal (kepulangannya). Masih menunggu informasi,’’ pungkasnya tanpa menyebut alamat jemaah yang tertinggal. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah