Di usia belia, Rayya Gwyneth Sareefa Putri telah mengikuti berbagai perlombaan sepatu roda. Di sela kegiatannya belajar di bangku sekolah. Kini ia berhasil jadi juara kabupaten, provinsi, hingga nasional.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
Dua tahun menjadi waktu yang cukup bagi Rayya Gwyneth Sareefa Putri untuk menorehkan prestasi. Berawal dari melihat teman sekelas, ketertarikan itu berubah menjadi hobi hingga akhirnya menekuni olahraga sepatu roda. Ia kemudian bergabung dengan klub Eightwheels Bojonegoro.
“Awalnya ikut sepatu roda karena ada teman satu kelas yang ikut. Sebenarnya anaknya sudah ingin sejak PAUD, tetapi baru masuk klub saat TK B,” kata ibunya, Kartika Maharani.
Menurut Kartika, Gwen—sapaan akrabnya—sangat menyukai sepatu roda. Bahkan sebelum bergabung dengan klub, ia sudah belajar sendiri di rumah. Saking sukanya, sepatu roda itu kerap dipakai hingga saat tidur.
“Saking sukanya, sampai tidur pun masih memakai sepatu roda. Sebelum masuk klub latihan sendiri, tetapi setelah bergabung, ia berlatih bersama pelatih hampir setiap hari. Saya mengantar sekaligus menemani dia berlatih,” ujar ibu dari pelajar kelas 2 SD Muhammadiyah Bojonegoro tersebut.
Kartika menuturkan, berkat kegemaran dan kerja kerasnya, Gwen berhasil meraih berbagai juara. Di antaranya Juara 1 Rodakarsa Classic Slalom dan Juara 2 Rodakarsa Skateboard di Yogyakarta, serta Juara 2 Kejurprov 2024 di Sidoarjo.
Selain itu, pelajar berusia delapan tahun tersebut juga meraih Juara 1 Kelas Beginner Individual Battle dan Juara 8 Individual Time Trial Kelas KU SD A pada RX Final Series Indonesia di Surabaya. Ia juga menjadi Juara 1 Kelas Beginner Individual Battle RX Series di Surabaya, Juara 1 Blitar Fish Slalom, serta Juara 2 Speed 50 dan 100 meter di Kepanjen Inline Skate.
Prestasi lainnya, Juara 1 Fish Slalom dan Juara 1 Skate Cross pada Ngalam Roller Sport di Malang, serta Juara 2 Skate Cross dan Juara 3 Speed Slalom SD A Putri pada Popkab III 2025.
“Semua ini tidak lepas dari latihan dan bimbingan Coach Anik dan Tawan selama Gwen bergabung di Eightwheels Bojonegoro. Semoga semakin sukses dalam mendidik atlet sepatu roda,” harapnya.
Kartika menambahkan, meskipun menyukai dunia olahraga, khususnya sepatu roda, Gwen memiliki cita-cita di bidang lain. Anak yang mulai menekuni sepatu roda sejak usia enam tahun itu bercita-cita menjadi dokter hewan karena menyukai binatang.
“Dia suka merawat hewan, terutama kucing,” tutur Kartika. (yna/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana