Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Ketika Idul Fitri Jatuh Bulan November Tahun 2005 Silam, Sebabkan Lonjakan Penumpang Transportasi Umum

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 2 November 2025 | 15:30 WIB
MEMBLUDAK: Penumpang kereta api saat di Stasiun Bojonegoro 2005 silam membludak, saat itu harga tiket Bojonegoro-Semarang hanya Rp 7 ribu.
MEMBLUDAK: Penumpang kereta api saat di Stasiun Bojonegoro 2005 silam membludak, saat itu harga tiket Bojonegoro-Semarang hanya Rp 7 ribu.

 

Dua puluh tahun silam, yakni pada 2005, Hari Raya Idul Fitri jatuh di awal November. Arus balik penumpang kereta api (KA) pun melonjak.


Peningkatan penumpang ini terjadi di Terminal Bus Rajekwesi Bojonegoro dan stasiun KA setempat. Lonjakan penumpang KA terasa sejak pukul 08.00. loket tiket yang berada di Jalan Gajah Mada  tersebut sudah dijubeli penumpang untuk tujuan ke berbagai daerah.

Kepala Stasiun KA Bojonegoro Ngadimin menjelaskan, dibandingkan setahun lalu, arus penumpang balik H+1 mengalami kenaikan hingga 25 persen. ‘’Tahun lalu julah arus balik penumpang KA mencapai 1.800 orang. Sekarang kira-kira sudah mencapai 2.166 penumpang,” ujar Ngadimin.

Arus balik penumpang itu, lanjut Ngadimin, menggunakan berbagai jenis KA. Mulai dari Sembrani, Gumarang, Gumarang, Lebaran, Kertajaya, Kertajaya Lebaran, dan Tulang Jaya. Dia memprediksi, puncak arus balik terjadi pada 7 November. Meski hingga pukul 13.00 jumlah pasti arus balik penumpang belum diketahui secara pasti, Ngadimin memperkirakan ada peningkatan 10 persen jumlah penumpang dibanding hari sebelumnya.

‘’Kalau hari ini (kemarin, Red) kami perkirakan meningkat hingga 10 persen. Ya, kita-kira bertambah 210-an orang. Jadi, ya sekitar 2.300 lebih penum-pang.’’ jelasnya.

Tiket KA jenis Semberani, Gumarang, dan Gumarang Lebaran untuk hari ini hingga 12 November mendatang, kata Ngadimin, sudah terjual habis. ‘’Tapi, kami juga sudah menyiapkan 3 rang-kaian gerbong KA cadangan. Yakni, jenis Gumarang Lebaran, Kertajaya Lebaran, Kertajaya Purna Lebaran,’’ imbuhnya.

Sementara itu, di Terminal Bojonegoro kenaikan jumlah penumpang juga terjadi. Menurut Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Agus Rahardjo hingga kemarin, arus balik penum pang meningkat hingga 30 per sen Sabtu lalu. ‘’Kalau kemarin (H+1) jumlah penumpang men capai 12.811 orang. Namun, saat ini naik sekitar 30 persen men-jadi 16.654 orang,’’ jelasnya.

Sementara itu, lonjakan penumpang kemarin juga terasa di terminal bus Cepu. Untuk bisa mengangkut penumpang yang ada, jumlah armada bus jurusan Cepu-Jakarta ditambah dua, se-hingga total menjadi tujuh bus. Selain itu, pihak terminal juga mempercepat jadwal keberang katan bus untuk jurusan Cepu-Surabaya. ‘’Kalau sebelumnya ngetem 15 menit, sekarang kami ajukan menjadi 10 menit,’’ ujar Mujiono, salah seorang petugas di terminal Cepu.

Bus jurusan Cepu-Surabaya paling banyak diserbu penumpang. Bahkan, sebelum bus parkir di tempat menaikkan penumpang, calon penumpang sudah berebutan mendekati pintu bus. Sehingga, sebelum jatah waktu ngetem habis, bus sudah penuh terisi penumpang. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#terminal bus #stasiun KA #penumpang #idul fitri #terminal rajekwesi #bus #terminal bojonegoro #penumpang ka #stasiun bojonegoro #Kereta Api