Dua puluh tahun silam, yakni pada 2005, Hari Raya Idul Fitri jatuh di awal November. Arus balik penumpang kereta api (KA) pun melonjak.
Peningkatan penumpang ini terjadi di Terminal Bus Rajekwesi Bojonegoro dan stasiun KA setempat. Lonjakan penumpang KA terasa sejak pukul 08.00. loket tiket yang berada di Jalan Gajah Mada tersebut sudah dijubeli penumpang untuk tujuan ke berbagai daerah.
Kepala Stasiun KA Bojonegoro Ngadimin menjelaskan, dibandingkan setahun lalu, arus penumpang balik H+1 mengalami kenaikan hingga 25 persen. ‘’Tahun lalu julah arus balik penumpang KA mencapai 1.800 orang. Sekarang kira-kira sudah mencapai 2.166 penumpang,” ujar Ngadimin.
Arus balik penumpang itu, lanjut Ngadimin, menggunakan berbagai jenis KA. Mulai dari Sembrani, Gumarang, Gumarang, Lebaran, Kertajaya, Kertajaya Lebaran, dan Tulang Jaya. Dia memprediksi, puncak arus balik terjadi pada 7 November. Meski hingga pukul 13.00 jumlah pasti arus balik penumpang belum diketahui secara pasti, Ngadimin memperkirakan ada peningkatan 10 persen jumlah penumpang dibanding hari sebelumnya.
‘’Kalau hari ini (kemarin, Red) kami perkirakan meningkat hingga 10 persen. Ya, kita-kira bertambah 210-an orang. Jadi, ya sekitar 2.300 lebih penum-pang.’’ jelasnya.
Tiket KA jenis Semberani, Gumarang, dan Gumarang Lebaran untuk hari ini hingga 12 November mendatang, kata Ngadimin, sudah terjual habis. ‘’Tapi, kami juga sudah menyiapkan 3 rang-kaian gerbong KA cadangan. Yakni, jenis Gumarang Lebaran, Kertajaya Lebaran, Kertajaya Purna Lebaran,’’ imbuhnya.
Sementara itu, di Terminal Bojonegoro kenaikan jumlah penumpang juga terjadi. Menurut Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Agus Rahardjo hingga kemarin, arus balik penum pang meningkat hingga 30 per sen Sabtu lalu. ‘’Kalau kemarin (H+1) jumlah penumpang men capai 12.811 orang. Namun, saat ini naik sekitar 30 persen men-jadi 16.654 orang,’’ jelasnya.
Sementara itu, lonjakan penumpang kemarin juga terasa di terminal bus Cepu. Untuk bisa mengangkut penumpang yang ada, jumlah armada bus jurusan Cepu-Jakarta ditambah dua, se-hingga total menjadi tujuh bus. Selain itu, pihak terminal juga mempercepat jadwal keberang katan bus untuk jurusan Cepu-Surabaya. ‘’Kalau sebelumnya ngetem 15 menit, sekarang kami ajukan menjadi 10 menit,’’ ujar Mujiono, salah seorang petugas di terminal Cepu.
Bus jurusan Cepu-Surabaya paling banyak diserbu penumpang. Bahkan, sebelum bus parkir di tempat menaikkan penumpang, calon penumpang sudah berebutan mendekati pintu bus. Sehingga, sebelum jatah waktu ngetem habis, bus sudah penuh terisi penumpang. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana